Wajarkah Anak Jijik dengan Rumput – Pernahkah Anda menyadari bahwa anak merasa takut saat berjalan di atas rumput? Seiring bertambah usia bayi, ia akan menunjukkan rasa takut terhadap sebagian benda. Salah satunya merasa takut atau jijik dengan rumput. Ketika anak merasa jijik dengan rumput, maka ia tidak mau untuk memegang atau berjalan di atas rumput. Ia bahkan sering menangis ketika berada di sekitar tanaman atau rumput.
Mungkin sebagian orangtua tidak menyadari hal ini. Mereka berpikir bahwa anak menangis ketika berada di sekitar tanaman atau rumput karena merasa risih akibat rasa gatal yang disebabkan rumput. Namun, apa penyebab sebenarnya anak jijik dengan rumput? Wajarkah anak jijik dengan rumput?
Table of Contents :

Reaksi anak yang memperlihatkan rasa jijik dan takut dengan rumput adalah hal wajar. Namun hal ini bukan karena sensasi gatal yang menyebabkan anak jijik atau takut. Fenomena ini disebabkan oleh respon yang berlebihan dari sensor saraf anak. Meskipun tidak semua anak merasa takut dengan rumput, umumnya anak akan menangis ketika pertama kali menyentuh atau menginjak benda asing.
Wajar saja di beberapa bulan pertama kehidupan, anak sedang beradaptasi untuk mengenali suara, sensasi dan pemandangan. Sehingga, ketika anak belum pernah mengenal rumput lalu merasa takut atau jijik, maka sistem saraf sensorik mereka otomatis terkejut.
Jadi, orangtua tak perlu panik ketika anak merasa jijik dengan rumput. Anak jijik dengan rumput adalah hal wajar karena reaksi sensori anak yang belum familiar dengan tekstur rumput.
Selain itu, anak yang jijik dengan rumput bisa juga hipersensitif. Anak yang hipersensitif bisa sangat ketakutan jika kakinya menyentuh rumput. Hal ini dikarenakan ia merasa bahwa stimulasi sensori pada telapak kakinya sangat berlebihan dan membuatnya menjadi sangat tidak nyaman.
Baca juga:
Orangtua tidak perlu khawatir apabila anak jijik dengan rumput. PapaMama bisa secara perlahan memberikan stimulasi sensori indera peraba anak. Berikut cara mengatasi anak jijik dengan rumput :
Sebaiknya saat sebelum membuat anak menyentuh rumput, orangtua perlu mengenalkan atau menceritakan terlebih dahulu bentuk dan tekstur rumput.
Ketika anak ketakutan atau merasa jijik saat bersentuhan dengan rumput, orangtua sebisa mungkin mengajak anak untuk bermain sambil bertelanjang kaki atau nyeker secara bertahap. Cara ini bisa membantunya untuk lebih berani mencoba hal baru, termasuk bermain rumput.
Selain melatih anak agar tidak jijik dengan rumput, nyeker juga memiliki manfaat lain seperti memberikan stimulasi telapak kaki anak untuk merasakan berbagai permukaan. Kemudian, nyeker juga bisa mendorong anak untuk bisa berjalan dengan alami dan sehat.
Sesekali orangtua perlu mengajak anak untuk bermain di luar rumah. Orangtua bisa mendudukkan anak di atas rumput dan perhatikan reaksinya. Apabila anak merasa tidak nyaman, orangtua bisa langsung menggendongnya. Cara ini butuh waktu agar anak terbiasa. Oleh karena itu buatlah jadwal bermain di rumput setiap hari.
Orang tua bisa memberikan contoh kepada anak. Orangtua bisa memberikan contoh dengan menyentuh rumput secara perlahan. Kemudian, ajak anak untuk mengikuti gerakan yang dilakukan orangtua. Misalnya, “nih kaki Mama menginjak rumput, oh ternyata nggak apa-apa ya,”.
Nah, dari informasi di atas orangtua tak perlu khawatir apabila anak jijik dengan rumput. Jika anak jijik dengan rumput, orangtua bisa mengatasinya dengan mengenalkan anak dengan rumput.
Jika masih bingung terkait permasalahan sensori anak, Anda bisa konsultasi di Tania Kids Center!
Baca artikel lainnya di Tania Kids Center!
Baca Juga:
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()