Anak usia dua tahun sudah mulai mencoba menantang aturan, merasakan kemerdekaan dan mengenali emosi. Oleh karena itu ketika kita berbicara kepada anak yang menginjak usia dua tahun kita harus menggunakan bahasa yang berbeda.
Misalnya saja seperti ini, ketika orang tua melarang anak “jangan memukul meja” maka anak hanya mendengar “pukul meja”. Jadi orang tua perlu mempunyai cara untuk bekerja sama agar anak memiliki keinginannya sendiri untuk “aku ingin melakukannya sendiri”.
ketika anak sedang merasa senang, marah, takut, bingung dan lain sebagainya. Orang tua bisa memancing anak untuk mengungkapkan perasaannya, seperti “Wow, adek tersenyum, adek sedang bahagia hari ini.” Bisa juga dengan mengatakan “adek sedih, makanya adek menangis. Sini mama peluk.”
Orang tua mengajak anak mengenali emosinya dengan bermain gambar-gambar seperti menggambar emoticon dengan berbagai ekspresi. Dengan bermain tebak emosi atau tebak emoticon ini, si kecil akan perlahan-lahan mengerti bagaimana ekspresi jika seseorang sedang marah, senang, hingga menangis.
Orang tua bisa mengenalkan emosi kepada anak dengan menunjukkan buku cerita, misalnya buku tentang liburan bersama keluarga, cerita hewan, dongeng rakyat dan sebagainya. Didalam buku cerita tersebut pasti terdapat narasi beserta gambarnya, dengan bergitu anak akan lebih mudah mencerna berbagai jenis emosi.
Jika anak melihat anak lain menangis, orang tua bisa menjelaskan kepada anak bahwa anak itu sedang bersedih. Maka akan memunculkan rasa empatinya dengan mengatakan, “Kasihan sekali anak itu. Apa yang bisa kita lakukan ma ?”
Orang tua bisa mengajak anak bernyanyi untuk mengenalkan emosi, misalnya lagu Kalau Kau Suka Hati dengan mengganti kata-kata emosi yang lebih variatif, seperti Kalau kau suka hati tepuk tangan.. Kalau kau sedih tutup mata… Kalau adek sedang marah injak bumi… Jika kau sedang lapar usap perut.. Kalau kau merasa malu tutup wajah….. kalau kamu gembira bilang horee.

Tips selanjutnya adalah, PapaMama bisa libatkan perasaan PapaMama kepada si kecil. Supaya si kecil juga mengerti apa yang sedang dirasakan oleh orang tuanya. Orang tua juga perlu menampakkan mimik wajah. Misalnya “Mama senang sekali kamu sudah membereskan mainanmu.” sambil tersenyum.
Nahh itu dia beberapa tips mengenalkan atau mengenali emosi kepada anak yang bisa PapaMama coba segera.
Baca juga : https://taniakidscenter.com/papamama-perlu-tahu-begin-cara-mengatasi-tantrum-pada-anak/
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()