Tantrum pada anak bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, tidak peduli itu di rumah atau di tempat umum. Orang tua sering kali panik menghadapi situasi seperti ini hingga terpancing emosinya karena takut mengganggu kenyamanan orang sekitar.
Ketika mengahadapi situasi seperti ini, kunci utamanya adalah orang tua jangan terbawa emosi. Karena jika orang tua emosi, si kecil akan takut dan tantrum akan semakin menjadi jadi.
Lalu bagaimana cara mengatasi tanrum pada anak?, Pertama kali yang harus PapaMama lakukan adalah tenang, hela nafas panjang hingga PapaMama bisa tenang.
Tips yang pertama, apabila anak mengalami tantrum di tempat umum, segera bawa ia ke tempat yang lebih sepi, tenang dan aman, seperti sudut ruangan, taman, atau toilet.
Anak bisa mengeluarkan emosinya di tempat yang sepi tanpa terganggu oleh orang banyak dan orang tua jika tidak perlu cemas kalau anaknya mengganggu orang lain.
Disamping itu, PapaMama juga sebisa mungkin mengajak anak ke tempat yang aman. Karena saat si kecil tantrum ia bisa menggulingkan badannya hingga melempar benda-benda di sekitarnya. Jadi sebisa mungkin bawa anak ke tempat aman seperti tempat-tempat datar dan permukaan yang halus.
Perlu diingat ya PapaMama kita tidak bisa menghadapi trantrum pada anak dengan buru-buru. Mustahil bagi anak tantrum untuk diminta stop menangis lalu ia berhenti menangis, anak perlu waktu untuk meluapkan semua perasaan yang ia rasa belum dimengerti.
Meskipun begitu PapaMama mungkin juga merasa gusar dan sedih melihat si kecil, PapaMama bisa membiarkan anak menangis dulu untuk meluapkan emosinya. Tapi, bukan berarti jadi mengacuhkannya, ya!
Pastikan anak tahu bahwa fokus dan perhatian PapaMama hanya tertuju kepadanya. PapaMama bisa duduk di samping si kecil sampai si kecil selesai menangis dan siap untuk diajak berkomunikasi.
Cara selanjutnya untuk menenangkan anak yang sedang tantrum adalah dengan pelukan hangat dan belaian sayang. Cara ini bisa menjadi cara berkomunikasi dengan anak untuk menunjukkan bahwa orang tuanya peduli dan memahami perasaannya.
PapaMama bisa peluk si kecil sampai tangis dan teriakannya berhenti. Dan sebaiknya jangan berkomunikasi atau mengatakan sesuatu dulu selama mendekap si kecil. Pelukan hangat ini juga menjadi cara memberikan rasa aman pada si kecil.
Untun membantu meredakan emosi si kecil yang meluap-luap, PapaMama perlu mencari tahu terlebih dahulu penyebab si kecil tantrum. Apakah anak kelelahan tapi tidak bisa istrirahat, atau anak menginginkan sesuatu tapi tidak tahu namanya.
Untuk mengetahui penyebab si kecil tantrum, PapaMama bisa mengajak si kecil berkomunikasi saat si kecil sudah reda emosinya. PapaMama bisa bertanya dengan nada yang lembut dan tetap tenang. Misalnya “kakak nangisnya sudah selesai atau belum?”.
Ketika si kecil mengisyaratkan dengan menggelengkan kepalanya itu tandanya ia masih ingin menangis, jadi PapaMama bisa menunggunya sampai si kecil tenang dan selesai menangis. PapaMama bisa bertanya “kakak ngantuk? Atau kakak mau apa? Biar mama belikan.
Ketika si kecil menganggukkan kepalanya atau menggelengkan kepalanya disitulah PapaMama bisa mendapat jawaban kenapa si kecil tantrum jadi PapaMama bisa lebih mudah mengatasinya.
Ketika ternyata si kecil meminta hal yang kurang baik, PapaMama bisa menolaknya dengan halus dengan memberi alasan kenapa hal itu tidak baik untuknya.

Cara selanjutnya adalah dengan memahami perasaan anak. Ketika anak sudah tenang dan sudah bisa diajak komunikasi, PapaMama bisa mengajaknya ngobrol dengan menjelaskan mengapa ia tidak bisa mendapatkan yang ia inginkan disertai dengan pemahaman PapaMama akan rasa kesal dan frustasi anak.
Jangan lupa gunakan nada yang lembut ya PapaMama, misalnya, “Mama tahu kakak kesal dan sedih sekali karena tidak di bolehin mama beli mainan. Padahal itu mainan kesukaan kakak. Tadi kakak masih ingatkan? Tadi di rumah janji apa? Kakak ikut mama ke toko untuk beli susu saja. Dan satu lagi Kakak juga sudah tahu kan, kalau Kakak boleh beli mainan baru kalau tabungan ayamnya sudah penuh?”.
Selain memahami perasaan anak dan menjelaskan kepadanya alasan mengapa tidak boleh melakukan hal-hal tertentu, PapaMama juga bisa memberikan pilihan pada si kecil dengan pilihan yang tidak jauh berbeda dengan yang anak inginkan.
Misalnya, “Kakak mau makan roti cokelat atau roti strawberry?”. Ketika memberikan pilihan pada si kecil, pastikan pilihan tersebut punya batasan yang jelas dan tidak akan melebar pada hal yang tidak boleh dilakukan atau didapatkan si kecil ya PapaMama. Ini dilakukan agar anak memiliki kontrol akan dirinya sendiri.
Saat si kecil tantrum akibat keinginannya tidak bisa terpenuhi, PapaMama bisa mengalihkan perhatian si kecil ke hal lain yang sekiranya dapat menjadi pengganti hal yang tidak bisa si kecil lakukan atau miliki.
Contohnya, saat si kecil tantrum karena tidak boleh mainan gunting yang dapat melukai dirinya, PapaMama bisa menawarkan mainan lain seperti meniup gelembung sabun dan menangkap gelembung.
Menghadapi anak tantrum memang sangat menguji kesabaran. Oleh karena itu, usahakan PapaMama jangan sampai terpancing untuk membentak atau berteriak ya PapaMama.
Selain mengundang perhatian orang lain, meneriaki si kecil juga bisa membuatnya semakin agresif dan menjadi-jadi, atau lebih parahnya anak akan meniru perilaku tersebut di kemudian hari.
Emosi anak bisa dengan mudah membuncah saat ia menginginkan sesuatu, misalnya saat ingin membeli mainan atau saat ingin terus menerus bermain di playground. Ini bisa dijadikan “trik” anak untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Orang tua perlu tegas dan konsisten dalam hal ini, sehingga si kecil mengerti kalau yang ia lakukan itu tidak baik. Usahakan jangan sampai ‘mengalah’ ketika menghadapi anak tantrum ya, Bun.
Memberikan apa yang anak inginkan saat ia tantrum hanya akan membuat ia beranggapan bahwa perilakunya ini benar. Jadi setiap ia menginginkan sesuatu, tantrum dijadikan anak sebagai senjata dan kebiasaan agar keinginannya dipenuhi.
Demikian tips-tips mengatasi tantrum pada anak. Dari penjelasan diatas, bisa disimpulan kalau PapaMama tidak perlu khawatir karena Tantrum ini normal dialami oleh anak kecil. Dan lakukan tips-tips diatas untuk menghadapi tantrum pada anak PapaMama.
Baca Juga : https://taniakidscenter.com/kenali-jenis-jenis-tantrum-pada-anak/
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()