Disleksia pada anak – Adalah kondisi di mana anak mengalami kesulitan belajar yang berupa kesulitan dalam membaca (mengeja) dan menulis. Kondisi ini di karena kan adanya gangguan pada saraf bagian batang otak yang memproses bahasa.
Daftar isi:
Disleksia secara umum disebabkan karena adanya faktor genetik atau keturunan. Jika seseorang mengidap Disleksia, terdapat peluang bagi keturunannya untuk mengidap kondisi yang sama. Namun terdapat beberapa kondisi tertentu yang bisa disebabkan bukan karena faktor genetik.
Di beberapa peristiwa, selain faktor genetik, Disleksia disebabkan oleh benturan pada batang otak yang cukup keras. Ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan Disleksia, di antaranya :
Gejala disleksia bervariasi dan umumnya tidak sama pada semua anak yang menderita Disleksia. Karena itu, biasanya sulit untuk mengidentifikasi penderita. Apalagi sebelum anak mencapai usia sekolah. Ada banyak gen bawaan yang diperkirakan mempengaruhi perkembangan otak yang mengontrol fonologi, yaitu kemampuan dan akurasi untuk memahami suara dan bahasa lisan. Disleksia memiliki gejala yang bisa diidentifikasi dini dengan memperhatikan kegiatan sehari-hari anak. Diperlukan perhatian khusus apabila terdapat gejala dari Disleksia. Gejala pada balita antara lain sebagai berikut :
Gejala-gejala Disleksia akan lebih jelas tampak ketika anak telah menginjak usia membaca dan menulis di sekolah. Anak akan mengalami beberapa gangguan dalam proses pembelajaran yang meliputi
Jika terdapat salah satu gejala di atas, hendaknya segera dilakukan pemeriksaan. Lalu bagaimana proses diagnosa pada anak Disleksia? Jawabannya ada di pembahasan selanjutnya ya.
Setelah dapat mengidentifikasi gangguan belajar dengan memperhatikan keseharian anak, ada baiknya dilakukan pemeriksaan kepada dokter atau spesialisnya. Dokter atau spesialis akan melakukan diagnosa, di antaranya:
Setelah proses diagnosis, selanjutnya adalah proses penanganan. Adapun proses penanganan Disleksia dijelaskan di pembahasan selanjutnya ya.
Pada dasarnya Disleksia tidak bisa disembuhkan. Namun, ada beberapa cara atau intervensi yang dapat dilakukan untuk melatih anak untuk membentuk kebiasaan normal. Jenis intervensi yang paling efektif dalam meningkatkan iterasi adalah yang berfokus pada keterampilan fonologis. Intervensi ini biasa disebut fonetik. Penyandang Disleksia memiliki keterampilan dasar seperti mengenali fonem atau satuan fonetik terkecil dari kata, memahami huruf dan susunan huruf yang membentuk bunyi tersebut, memahami apa yang dibaca, membaca dengan keras, dan membangun kosakata. Beberapa penanganan di antaranya adalah
Sebagai penanganan awal, apabila ditemukan gejala serupa. Ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan dini ke dokter. Pemeriksaan dini merupakan penanganan awal agar Disleksia tidak terlambat diidentifikasi. Semoga bermanfaat ya.
Baca juga :
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()