Disleksia Pada Anak

Disleksia Pada Anak

Disleksia pada anak – Adalah kondisi di mana anak mengalami kesulitan belajar yang berupa kesulitan dalam membaca (mengeja) dan menulis. Kondisi ini di karena kan adanya gangguan pada saraf bagian batang otak yang memproses bahasa.  

Daftar isi:

  1. Penyebab Disleksia
  2. Gejala Disleksia
  3. Diagnosis Disleksia
  4. Penanganan Disleksia

Penyebab Disleksia

Disleksia secara umum disebabkan karena adanya faktor genetik atau keturunan. Jika seseorang mengidap Disleksia, terdapat peluang bagi keturunannya untuk mengidap kondisi yang sama. Namun terdapat beberapa kondisi tertentu yang bisa disebabkan bukan karena faktor genetik. 

Di beberapa peristiwa, selain faktor genetik, Disleksia disebabkan oleh benturan pada batang otak yang cukup keras. Ada beberapa faktor lain  yang dapat menyebabkan Disleksia, di antaranya  : 

  • Cedera otak karena kecelakaan saat anak-anak  
  • Cedera otak saat proses melahirkan 
  • Semua bentuk benturan pada kepala yang mengenai batang otak 

Gejala Disleksia

Gejala disleksia  bervariasi dan umumnya tidak sama pada semua anak yang menderita Disleksia. Karena itu,  biasanya sulit untuk mengidentifikasi penderita. Apalagi sebelum  anak mencapai usia sekolah. Ada banyak gen bawaan yang diperkirakan mempengaruhi perkembangan otak yang mengontrol fonologi, yaitu kemampuan dan akurasi untuk memahami suara dan bahasa lisan. Disleksia memiliki gejala yang bisa diidentifikasi dini dengan memperhatikan kegiatan sehari-hari anak. Diperlukan perhatian khusus apabila terdapat gejala dari Disleksia. Gejala pada balita antara lain sebagai berikut : 

  • Kesulitan dalam berbicara. Penderita cenderung lambat dalam berbicara. Perkembangan berbicara anak sangat minim dibanding dengan anak yang seusia lainnya. 
  • Sering salah fonologi. Mengucapkan kata “kupu-kupu” menjadi “puku-puku” 
  • Kesulitan dalam konsentrasi. Penderita akan lebih susah untuk fokus kepada suatu hal. Selalu merasa terganggu pada saat ingin mengerjakan sesuatu. 

Gejala-gejala Disleksia akan lebih jelas tampak ketika anak telah menginjak usia membaca dan menulis di sekolah. Anak akan mengalami beberapa gangguan dalam proses pembelajaran yang meliputi 

  • Kesulitan memproses dan memahami apa yang didengar  
  • Lambat mempelajari nama dan bunyi alfabet  
  • Menulis lambat dan sering salah 
  • Kesulitan mengingat urutan, Misalnya Urutan abjad atau nama hari  
  • Masalah ejaan, misal B. Huruf sering dikacaukan dengan huruf “b”. atau angka “6” dengan angka “9”  
  • Kesulitan dalam menulis apabila di dikte 

Jika terdapat salah satu gejala di atas, hendaknya segera dilakukan pemeriksaan. Lalu bagaimana proses diagnosa pada anak Disleksia? Jawabannya ada di pembahasan selanjutnya ya. 

Diagnosis Disleksia Pada Anak

Setelah dapat mengidentifikasi gangguan belajar dengan memperhatikan keseharian anak, ada baiknya dilakukan pemeriksaan kepada dokter atau spesialisnya. Dokter atau spesialis akan melakukan diagnosa, di antaranya: 

  • Tes yang menilai kemampuan anak untuk memahami, membaca, mengingat, dan mengucapkan informasi.  
  • Pengujian visual, pendengaran, dan Neurologis untuk menghilangkan gangguan lain seperti identifikasi penyakit. 
  • Pengujian Psikologis untuk Memahami keadaan mental anak dan menyingkirkan gangguan interaksi, kecemasan, atau depresi yang dapat melemahkan kemampuan. 

Setelah proses diagnosis, selanjutnya adalah proses penanganan. Adapun proses penanganan Disleksia dijelaskan di pembahasan selanjutnya ya. 

Penanganan Disleksia Pada Anak

Pada dasarnya Disleksia tidak bisa disembuhkan. Namun, ada beberapa cara atau intervensi yang dapat dilakukan untuk melatih anak untuk membentuk kebiasaan normal. Jenis intervensi yang paling efektif dalam meningkatkan iterasi adalah yang berfokus pada keterampilan fonologis. Intervensi ini biasa disebut fonetik. Penyandang Disleksia memiliki keterampilan dasar seperti mengenali fonem atau satuan fonetik terkecil dari kata, memahami huruf dan susunan huruf yang membentuk bunyi tersebut, memahami apa yang dibaca, membaca dengan keras, dan membangun kosakata. Beberapa penanganan di antaranya adalah  

  • Bacakan buku cerita kepada anak, agar anak mampu mendengarkan ejaan yang benar saat buku cerita dibacakan. Bacakan ketika anak berusia di bawah 5 tahun. Jika berumur di atasnya, ajak anak untuk ikut membaca serta. 
  • Jadwalkan waktu membaca setiap hari. Jangan lupa tetap jadwalkan rutin membaca dan ingatkan si anak untuk jadwal yang telah dibuat. Dengan melakukan kegiatan baca rutin, anak akan terbiasa mengelola kata dan pengucapan yang benar. 
  • Koordinasikan kegiatan anak dengan pihak sekolah. Agar mendapat perhatian intensif tentang kesulitan belajar anak.  
  • Buat kegiatan membaca se-asyik mungkin. Agar tercipta suasana yang nyaman dan betah untuk belajar membaca.  

Sebagai penanganan awal, apabila ditemukan gejala serupa. Ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan dini ke dokter. Pemeriksaan dini merupakan penanganan awal agar Disleksia tidak terlambat diidentifikasi. Semoga bermanfaat ya. 

Baca juga : 

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi...

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui – Rasa empati pada…
4 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui

4 Cara Melatih Anak Tumbuh...

5 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui – Apakah PapaMama…
Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan PapaMama!

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan...

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orang Tua! – Terkadang sebagai orang tua, tentu PapaMama ingin…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak