Anak Menolak Diajak Bermain Sensori – Bermain sensori untuk anak sangat penting bagi perkembangan dan tumbuh kembang sang buah hati. Permainan sensori atau sensory play merupakan aktivitas yang melibatkan indera bayi. Sensory play ini melibatkan indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan sentuhan.
Ada banyak manfaat mengajak anak bermain sensori. Salah satu manfaat bermain sensori ialah mendukung perkembangan motorik dan kognitif. Namun, terkadang ada anak menolak diajak bermain sensori. Kira-kira kenapa ya?
Table of Contents :

Permainan sensori dapat melatih konsentrasi serta kemampuan berpikir anak. Secara tidak langsung, permainan sensori bisa mengenalkan anak untuk mengetahui tekstur, bentuk, warna, dan bau dari suatu benda.
Selain itu, permainan sensori juga melatih anak untuk menganalisa tentang suatu proses yang akan mereka jalani. Misalnya, memindahkan air dari teko ke dalam botol. Mengajak anak bermain sensori sangatlah penting.
Akan tetapi, ada beberapa anak yang menolak saat diajak bermain sensori. Ketika anak tidak mau diajak bermain sensori biasanya karena mereka merasa tidak nyaman menyentuh sesuatu. Anak bisa jadi mudah jijik terhadap sesuatu. Meski demikian, bukan berarti anak Anda tidak normal.
Anak menolak diajak bermain sensori bisa jadi mengalami gangguan sensoris. Sebagian anak dengan gangguan sensori sangat sensitif. Mereka biasanya menunjukkan hal-hal yang membuat dirinya tidak nyaman. Misalnya, tidak suka memegang bolu, mudah geli, mudah jijik, dan mudah silau.
Pada beberapa anak, merasa tidak nyaman bila memakai kaos yang ada label di punggung juga termasuk gangguan sensori. Hal inilah yang menjadikan anak terkadang menolak diajak bermain sensori.
Orangtua harus memperhatikan tingkah dan perilaku anak yang menunjukkan tanda gangguan sensori. Sebab, gangguan sensori dapat mempengaruhi semua indera fisik. Terdapat tujuh gangguan sensori, berikut tanda-tandanya :
Biasanya anak akan merasa tidak nyaman saat meraba sesuatu seperti merasakan sakit atau geli. Tanda gangguan sensori peraba seperti tidak suka disentuh, berjalan jinjit, jijik terhadap mainan bulu, dan tidak menyukai label pada baju.
Indera ini berfungsi menangkap suara yang berasal dari luar. Anak yang menunjukkan tanda-tanda gangguan sensori pendengaran biasanya ditandai dengan gejala seperti takut pada suara tertentu, menangis berlebihan, dan perhatiannya mudah teralihkan pada suara yang ia sukai.
Anak yang menunjukkan tanda gangguan sensori penciuman, biasanya akan mengalami kesulitan membedakan bau dan tidak menyukai makanan dengan bau tertentu.
Gangguan pada fungsi sensorik ini ditandai dengan anak mudah merasa silau, senang bermain di tempat yang redup, tidak bisa menulis dalam garis lurus pada kertas kosong, dan kesulitan membedakan warna.
Anak yang memiliki tanda gangguan sensori pengecap akan suka memilih-milih makanan. Selain itu, sering memasukkan barang ke dalam mulut dan merasa kesulitan dalam mengunyah makanan.
Orangtua perlu mengetahui tanda gangguan sensori lainnya yaitu sensorik propioseptif. Biasanya ditandai dengan anak senang menabrakkan diri ke badan orang lain. Kemudian, mereka sering menggemerutukan gigi.
Anak yang menolak diajak untuk bermain di tempat tinggi bisa jadi tanda anak Anda mengalami gangguan sensori vestibular. Tanda gangguan sensori vestibular atau keseimbangan ini yaitu takut ketinggian. Selain itu, anak tidak mau naik ayunan dan kesulitan naik turun eskalator.
Baca juga : Kenali Tanda Masalah Sensori Pada Anak
Lalu bagaimana cara mengajak anak yang menolak untuk bermain sensori? Simak tips mengajak anak bermain sensori :
Nah itu alasan anak menolak diajak bermain sensori. Permainan sensori sangat penting untuk anak usia balita. Mereka perlu dikenalkan dengan tekstur, suara, dan benda-benda yang ada di sekitarnya.
Baca artikel lainnya di Tania Kids Center!
Baca juga :
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()