Perilaku anak merupakan bentuk komunikasi ke orang sekitarnya. Anak-anak terkadang sulit mengekspresikan apa yang mereka rasakan atau apa yang ingin mereka sampaikan. Dan mereka mengekspresikannya melalui perilaku mereka, seperti berlari, menangis, membuntuti orang tuanya dan lain sebagainya.
Sering ga menghadapi anak yang berulah lalu stop ketika ditegur lalu berulah lagi? Pastinya sering ya PapaMama. Nah bisa jadi ini si kecil sedang minta perhatian lho… Jangan – jangan mereka merasa bahwa teguran PapaMama itu sebagai bentuk perhatian sehingga mereka terus berulah supaya PapaMama menengok ke arah si kecil.
Pernah ga ketemu anak yang sulit diatur? Bisa jadi si anak tipe anak yang dominan, merasa dirinya mampu sehingga ia tidak mau diatur/diberikan perintah, tetapi lebih nyaman jika diberikan pilihan.
Bisa juga anak seringkali berulah karena merasa kesal dengan orangtuanya dan mereka berharap agar orangtua mau menghampiri mereka untuk menanyakan perasaan mereka.
Baca juga : https://taniakidscenter.com/kenapa-anak-menyakiti-diri-sendiri-saat-marah/
Ada juga anak yang berulah biasanya karena ia sebenarnya merasa dirinya tidak mampu dan berharap agar orangtua mau mengajarkannya secara perlahan dan tidak menyerah dengan dirinya.

Anak sering kali tidak menyampaikan pesannya secara langsung kepada orang tua. Karena terdapat beberapa alasan.
Anak usia balita biasanya belum lancar dalam komunikasi jadi mereka menyalurkan pesannya melalui perilaku mereka. Contohnya anak balita yang sudah memiliki adik biasanya suka marah karena kehilangan perhatian setelah adiknya lahir, ia tidak bisa mengungkapkan dengan lugas dan menuntut haknya dari orang tuanya.
Pola cara berpikirnya sederhana, bila sejak adiknya lahir dia kehilangan perhatian dan kasih sayang orang tuanya, maka penyebabnya yang menjadi sasaran kemarahan yakni sang adik.
Orang tua biasanya melihat perilaku ini sebagai kesalahan atau perilaku jelek, atau mengira bahwa kakaknya tidak sayang kepada adiknya dan kemudian memaksa sang kakak untuk menyayangi adiknya, orang tua tidak menangkap makna dari perilaku sang anak tersebut.
Anak biasanya malu untuk mengungkapkan perasaannya. Mereka malu menceritakan keadaannya kepada orang tuanya atau bahkan ke orang sekitarnya, sehingga mereka menyampaikannya lewat perilaku mereka.
Nah oleh karena itu, kita sebagai orangtua mungkin ada baiknya untuk lebih peka dengan apa yang dirasakan anak. Sehingga kita dapat menangani ulah anak dengan cara yang konstruktif.
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()