Stimulasi Sensori yang Penting Bagi Perkembangan Anak

tips mengajarkan calistung pada anak

Stimulasi Sensori yang Penting Bagi Perkembangan Anak – Dalam tumbuh kembang anak, memantau dan melatih perkembangan motorik merupakan tugas bagi orang tua. Akan tetapi, tak hanya stimulasi pertumbuhan dan gerak fisik saja, penting juga bagi orang tua untuk memperhatikan stimulasi sensori bagi perkembangan anak. 

Melatih kemampuan sensori pada anak merupakan hal penting sebab berpengaruh pada perkembangan anak. Perkembangan daya tahan tubuh anak, kemampuan anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi, serta kemampuan anak untuk menjalani kehidupan di masa mendatang dipengaruhi oleh kemampuan sensori. 

Di bawah ini, Tania Kids Center akan membahas mengenai macam-macam stimulasi sensori yang penting bagi perkembangan Anak. Apa saja stimulasi tersebut? Simak penjelasan berikut! 

Table of Contents: 

Macam-macam Stimulasi Sensori yang Penting bagi Perkembangan Anak

  1. Visual
  2. Penciuman
  3. Pengecapan
  4. Auditori
  5. Taktil

Macam-macam Stimulasi Sensori yang Penting Bagi Perkembangan Anak 

Stimulasi Sensori bagi Perkembangan Anak
freepik.com

1. Visual

Stimulasi pertama yang penting bagi perkembangan anak adalah pelatihan indra penglihatan. Bentuk stimulasi ini berupa rangsangan pada hal-hal visual. 

Pada 1000 tahun kehidupan pertama anak, saat indra penglihatan anak mulai berkembang, orang tua dapat melakukan stimulasi dengan mengajak anak melihat objek-objek bergerak. Kemampuan melihat anak mulai berkembang ketika usianya 4 bulan. Di usia tersebut anak sudah mampu melihat dan mengikuti gerak benda. 

Kemudian, ketika usianya menginjak 5 bulan, anak mulai dapat memberikan persepsi lebih mendalam terkait objek yang indra penglihatannya tangkap. Mereka juga mulai dapat melihat warna. 

Stimulasi visual yang dapat dilakukan orang tua:

  • Berbicara pada anak dengan tersenyum. Hal ini bertujuan agar anak dapat melihat pergerakan ekspresi wajah orang tua; 
  • Bermain dengan bayangan di tembok; 
  • Menghias kamar anak dengan warna-warna cerah; 
  • Mengajak anak melihat pemandangan baru seperti taman atau kebun binatang. 

2. Penciuman

Stimulasi penciuman berhubungan dengan rangsangan aroma. Stimulasi ini berguna untuk melatih indra penciuman anak. 

Bentuk stimulasi penciuman yang dapat orang tua lakukan: 

  • Mengajarkan anak mengenali berbagai macam bau bunga;
  • Mengenalkan anak pada beragam bau makanan;
  • Mengedukasi anak dengan nama dari masing-masing aroma yang dicium untuk menambah pengetahuan. 

3. Pengecapan 

Selanjutnya adalah stimulasi pengecapan. Rangsangan melalui hal-hal berupa rasa dilakukan untuk melatih indra pengecapan atau indra perasa anak. 

Stimulasi indra pengecapan antara lain: 

  • Memberikan makanan pada anak dengan tekstur dan rasa yang berbeda; 
  • Memberikan edukasi terkait pengetahuan berbagai rasa makanan pada anak; 
  • Apabila anak masih bayi, stimulasi indra pengecapan melalui ASI.  

4. Auditori

Rangsangan pada indra pendengaran melalui suara merupakan bentuk stimulasi auditori. Stimulasi ini berguna agar kemampuan pendengaran anak dapat berkembang. 

Pada pertumbuhan 12 bulan pertama anak, kemampuan mendengar dan merespon apa yang mereka dengar mulai berkembang sejak anak usia 2 hingga 6 bulan. Hal itu ditandai dengan anak yang mulai mampu mengoceh bahkan meniru suara-suara tertentu. 

Bentuk stimulasi auditori di antaranya: 

  • Orang tua menyanyikan lagu untuk anak;  
  • Tidak dianjurkan menggunakan buku bersuara atau suara dari YouTube dan lain-lain; 
  • Mengajak anak jalan-jalan sembari memperkenalkan suara-suara baru yang didengar, seperti kendaraan bermotor, hembusan angin, dan lain sebagainya;
  • Mengajak anak pergi ke kebun binatang untuk mengedukasi macam-macam suara binatang.

5. Taktil

Stimulasi sensori yang penting bagi pekembangan anak selanjutnya berupa rangsangan melalui sentuhan. Stimulasi ini berguna untuk melatih indra peraba.

Orang tua dapat melakukan stimulasi taktil dengan cara: 

  • Memberikan benda-benda bertekstur berbeda seperti kain atau boneka yang lembut, bola plastik yang licin; 
  • Memberikan mainan dengan bentuk, ukuran, dan tekstur variatif; 
  • Melakukan kontak fisik seperti pelukan atau dekapan; 
  • Membiarkan anak bereksplorasi dengan mainan atau benda-benda di sekitar, dan mengawasi apabila anak memasukkan benda asing ke dalam mulut. 
  • Main di pasir atau rumput tanpa menggunakan alas kaki (nyeker).  

Di atas adalah beberapa stimulasi yang penting bagi perkembangan Anak yang dapat orang tua lakukan. Agar perkembangan sensori anak lebih maksimal, diskusi dengan ahli perlu dilakukan. 

Baca juga artikel lainnya di Tania Kids Center!

Baca Juga:

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi...

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui – Rasa empati pada…
4 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui

4 Cara Melatih Anak Tumbuh...

5 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui – Apakah PapaMama…
Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan PapaMama!

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan...

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orang Tua! – Terkadang sebagai orang tua, tentu PapaMama ingin…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak