Tips Melerai Ketika Kakak dan Adik Bertengkar

Tips Melerai Ketika Kakak dan Adik Bertengkar

Tips Melerai Ketika Kakak Adik Bertengkar Sibling rivalvy atau pertikaian antara kakak dan adik merupakan hal yang lumrah terjadi. Penyebabnya pun macam-macam, mulai hal sepele seperti saling goda, selisih paham, hingga rebutan mainan. Meski bertengkar adalah perkara wajar, tapi bukan berarti Papa Mama bisa mengabaikan hal tersebut. 

Lantas, apa yang seharusnya Papa Mama lakukan ketika si kecil bertengkar dengan kakaknya? 

Jawabannya tentu saja melerai agar pertengkaran tersebut tidak terjadi. Nah, untuk melakukan hal tersebut, Tania Kids Center akan memberikan tips bagi Papa Mama untuk menghadapi masalah ketika kakak dan adik bertengkar. Berikut penjelasannya. 

Table of contents: 

  1. Beri Waktu bagi Anak Untuk Berdebat 
  1. Pantau Pertengkaran Anak 
  1. Menjadi Penengah 
  1. Hindari Emosi 
  1. Tidak Pilih kasih/ Membebani Salah Satu Pihak
  1. Coba Buat Kesepakatan 

Tips Melerai Ketika Kakak Adik Bertengkar

tips melerai ketika kakak adik bertengkar
source: freepik.com

Beri Waktu Anak untuk Berdebat

Jika tidak ada kekerasan dalam pertengkaran anak, beri mereka waktu untuk berdebat. Tujuannya untuk melatih kemampuan soft skil komunikasi, negosiasi, dan problem solving

Langkah pertama yang dapat diambil Papa Mama ketika kakak beradik bertengkar adalah memberikan waktu bagi si kecil untuk menuntaskan pertengkarannya. Membiarkan mereka berengkar bukan berarti Papa Mama mendukung sebuah pertegnkaran, ya. 

Selama perdebatan yang terjadi tidak melibatkan kekerasan yang mengakibatkan luka, Papa Mama sebaiknya jangan ikut campur dulu. Beri anak waktu untuk menyelesaikan sendiri perdebatan mereka. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan komunikasi, negosiasi, dan penyelesaian masalah anak. 

Cukup Pantau Pertikaian Anak

Memilih abai pada pertengkaran kakak dan adik bukan tindakan yang tepat. Mungkin mereka bertengkar karena perkara sederhana, tapi jika Papa Mama membiarkan mereka, durasi pertengkaran akan jadi lebih lama dan ada kemungkinan intensitas bertengkar mereka semakin sering terjadi. Lebih parahnya jika hal tersebut membahayakan keduanya. Untuk itu, Papa Mama harus memberikan perhatian pada anak ketika mereka bertengkar dengan saudaranya. 

Berikan perhatian dengan cara memantau pertikaian anak. Tunjukkan pada mereka bahwa Papa Mama melihat, mendengar, dan memahami bahwa si kakak dan si adik sedang cek-cok karena suatu hal. 

Menjadi Penengah

Papa Mama dapat menjadi penengah ketika pertengkaran kakak adik tidak kunjung usai. Tawarkan pada anak apakah mereka membutuhkan diskusi atau waktu untuk diri sendiri. 

Jika pertengkaran anak tidak kunjung selesai, saatnya Papa Mama turun tangan menjadi penengah. Hadirlah dengan tawaran solusi terkait pertikaian tersebut. Tanyakan kepada anak apa yang dapat Papa Mama lakukan agar mereka berbaikan. 

Apakah Papa Mama perlu menengahi diskusi di antara mereka? Atau masing-masing pihak memerlukan waktu bagi diri sendiri sejenak? 

Hindari Emosi 

Tidak jarang emosi Papa Mama ikut tersulut ketika melihat keributan karena si kakak bertengkar dengan adiknya. Hal ini perlu dihindari ya, Pa Ma. Jangan menggunakan emosi berlebihan untuk mengatasi pertengkaran antar anak. Api tidak bisa dipadamkan dengan api. 

Meredam emosi saat menghadapi anak bertengkar dapat menjadi contoh yang baik bagi anak. Dengan melihat Papa Mama tenang dalam membantu menyelesaikan masalah, anak akan belajar untuk mengontrol emosinya saat sedang marah. Sehingga hal-hal buruk yang mungkin terjadi karena emosi, dapat dihindari. 

Tidak Pilih Kasih 

Jangan membela salah satu anak, orang tua harus bersikap adil dan bijak saat anak bertengkar. 

Setiap anak memiliki kebenaran berdasarkan sudut pandang mereka sendiri. Selalu ada alasan di balik pertengkaran mereka. Peran Papa Mama di situasi seperti ini adalah menjadi seorang hakim yang bijak. 

Baik si kakak maupun si adik tentu ingin dibela oleh Papa Mama. Tapi jangan pernah sekali-kali pilih kasih dengan membela salah satu anak, ya. Dengarkan alibi keduanya dan beri kesempatan setiap anak untuk saling minta maaf serta mengakui kesalahannya. 

Juga jangan bandingkan antara satu anak dengan yang lainnya. Sebab, setiap anak memiliki keunikan mereka sendiri. Jangan sampai karena si adik lebih muda, hanya kakak yang harus mengalah terus. Begitu pula sebaliknya. Bersikaplah adil demi kebaikan keduanya. 

Ajarkan Negosiasi

Ajarkan anak bernegosiasi untuk mencari solusi terbaik bagi keduanya dalam menyelesaikan masalah. 

Bantu si kecil menyelesaikan masalah mereka dengan negosiasi. Lewat perundingan ini, masing-masing dari mereka dapat mengekspresikan perasaannya. Mengajarkan negosiasi pada anak juga dapat membantu mereka mencari win win solution terkait masalah yang menyebabkan pertikaian mereka. 

Kemampuan negosiasi yang Papa Mama ajarkan saat kakak adik bertengkar akan sangat bermanfaat ketika anak dewasa nanti. Jika sedari dini anak mampu bernegosiasi untuk menyelesaikan masalah sederhana, anak akan memiliki kemampuan problem solving yang baik. 

Buat Kesepakatan 

Buat kesepakatan dengan anak agar mereka tidak mengulangi pertengkaran serupa di kemudian hari. 

Selanjutnya, untuk menghindari pertengkaran serupa terjadi lagi. Papa Mama harus membuat kesepakatan terkait hal ini. Kesepakatan ini bertujuan untuk mengingatkan si kecil agar tidak bertengkar lagi. Misalnya dengan menerapkan sanksi bagi mereka apabila bertengkar, atau aturan tertulis lain. 

Pastikan juga anak disiplin untuk menaati peraturan yang telah disepakati tersebut. Untuk itu Papa Mama harus bersikap tegas namun tetap lembut dalam memastikan anak tidak melanggar peraturan yang telah disepakati oleh semua pihak. 

Pertengkaran antar saudara adalah bagian dari kehidupan berkeluarga. Hal tersebut tak dapat dihindari. Dengan menerapkan tips melerai kakak dan adik ketika bertengkaran ala Tania Kids Center, Papa Mama dapat menjadikan pertengkaran sebagai cara bagi anak untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah dan sosialisasi. 

Dapatkan informasi lain seputar tumbuh kembang anak di Tania Kids Center.

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Kenapa Anak Suka Melepeh Makanan? 

Kenapa Anak Suka Melepeh Makanan? 

Anak suka melepeh makanan adalah hal yang wajar saat si kecil sedang belajar makan. Akan…
Penyebab Anak Takut Suara Keras

Penyebab Anak Takut Suara Keras

Anak Takut suara Keras ー Setiap orang tentu memiliki rasa takut. Mulai dari anak-anak, bahkan…
Mengapa Anak Cadel?

Mengapa Anak Cadel?

Mengapa Anak Cadel? Ada beberapa alasan yang menyebabkan anak cadel, atau tidak dapat mengucapkan huruf-huruf…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak