Tanda Psikologis Anak Siap Sekolah – Seringkali, usia dijadikan sebagai satu-satunya patokan untuk mengukur apakah anak sudah siap untuk bersekolah. Seringkali di usia 4-5 tahun, anak akan mulai didaftarkan untuk mulai masuk ke sekolah. Usia tersebut dianggap sudah siap untuk mengikuti kegiatan sekolah. Di Indonesia, usia yang dianggap ideal untuk anak masuk TK adalah 4-5 tahun. Sebagai persyaratan masuk SD, aturan yang berlaku saat ini adalah anak harus berusia 6-7 tahun.
Namun, perlu diperhatikan aspek apa saja yang sebenarnya mempengaruhi kesiapan anak untuk bersekolah. Dengan mengetahui beberapa aspek ini, orangtua dapat mempersiapkan anaknya saat mendekati usia bersekolah.
Ada beberapa tanda secara psikologis yang bisa dijadikan indikator oleh orangtua. Hal-hal tersebut antara lain: kemandirian, ketertarikan dengan aktivitas belajar/sekolah, kemampuan sosialisasi dan emosi, dapat mengikuti arahan atau instruksi sederhana dari orang lain, dan kemampuan motorik dasar yang cukup. Sebelum Anda mendaftarkan anak Anda untuk masuk ke pra-TK, PAUD, dan kelas lainnya, pastikan Anda melihat tanda psikologis anak siap sekolah:

Kemandirian merupakan aspek yang paling penting sebelum anak mulai bersekolah. Anak telah terbiasa ditemani orangtua atau anggota keluarga yang merawatnya di rumah. Di sekolah, orangtua tidak bisa terus mendampingi anaknya. Mandiri dalam konteks ini bukan berarti dapat hidup sendiri, melainkan anak cukup terbiasa dan tidak menangis ketika terpisah dari orangtua, dapat membawa diri di tengah orang asing, dan bermain dan berdinamika sendiri tanpa dibimbing oleh orangtua.
Kemampuan anak untuk menjaga barang-barang miliknya juga cukup penting. Saat bersekolah, anak harus dapat merapikan peralatan menulis atau buku-bukunya sepulang sekolah. Jika anak Anda sudah menunjukkan sedikit kemandirian seperti hal-hal tersebut, mungkin itu adalah salah satu tanda psikologis anak siap sekolah.
Baca juga: Melatih Kemandirian Anak

Tanda lainnya yang dapat menunjukkan bahwa anak siap bersekolah adalah ketertarikannya dengan peralatan tulis menulis, buku, dan lainnya yang diperlukan untuk aktivitas sekolah. Jika anak Anda sering bermain dengan pensil dan kertas, mungkin itu dapat menjadi pertanda bahwa anak sudah memiliki minat untuk belajar dan menulis di sekolah. Selain itu, kegiatan memegang pensil juga menjadi salah satu cara adaptasi dengan aktivitas sekolah dan juga melatih motorik dasar.

Jika Anda berencana menyekolahkan anak ke sekolah formal umum (bukan homeschooling), maka kemampuan sosialisasi dan pengelolaan emosi yang dimiliki anak sangat penting. Jika anak sudah terbiasa bersosialisasi dan mengelola emosinya, maka ia tidak akan terlalu kesulitan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan di sekolah. Akan lebih baik jika anak sudah terbiasa merasa nyaman berada atau bertemu dengan banyak orang asing/teman seusianya. Justru, dengan kemampuan sosialisasi, anak bisa menjadi lebih bersemangat dan senang berada di sekolah.

Selain kemampuan bersosialisasi dan perasaan nyaman bertemu dengan orang yang tidak dikenal, kemampuan mengikuti arahan juga bisa menjadi indikator. Sebelum masuk ke sekolah, anak lebih baik sudah memiliki kemampuan untuk memahami arahan atau instruksi dasar dari orang lain. Hal ini menjadi penting karena guru di sekolah akan mengajar dengan instruksi-instruksi selama proses belajar berlangsung. Selain itu, kedisiplinan juga menjadi hal yang cukup membantu agar anak terbiasa dengan aturan seperti: jam masuk sekolah, jam istirahat, jam pulang sekolah, dan aturan-aturan lainnya. Jika anak Anda tidak memiliki masalah dalam mengikuti instruksi di rumah, maka hal tersebut bisa jadi tanda psikologis anak siap sekolah.

Pastikan anak memiliki kemampuan motorik dasar yang sudah cukup terasah sebelum Anda mendaftarkannya untuk masuk ke sekolah. Kemampuan motorik dasar yang dimaksud adalah sesederhana bisa memegang pensil dengan benar dan nyaman, dapat merapikan alat tulis ke tempatnya, terbiasa menggambar/coret-coret, memakai sepatu, atau menggunakan peralatan lain seperti gunting atau penggaris.

Kemampuan komunikasi anak juga merupakan sebuah indikator kesiapan anak memasuki dunia sekolah. Ada berbagai dinamika di sekolah yang membutuhkan kemampuan komunikasi anak. Mulai dari bersosialisasi dengan teman sekolahnya, hingga berbicara kepada guru/pengajar mengenai apa yang dibutuhkan/dirasakan. Maka, penting bagi orangtua untuk melatih kemampuan komunikasi anak di rumah sejak dini.
Demikian adalah informasi mengenai tanda psikologis anak siap sekolah. Anak yang siap adalah anak yang memiliki kemandirian, tertarik dengan hal-hal berbau sekolah, memiliki kemampuan sosialisasi, dapat mengikuti arahan sederhana, dan memiliki kemampuan motorik dasar yang cukup,
Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut mengenai permasalahan ibu dan tumbuh kembang anak, Anda dapat klik di sini.
Baca juga:
Tips Memilih Sekolah untuk Anak
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()