Perkembangan Bayi 6-9 Bulan: Pola Tidur, Makan, dan Kemampuan

Stimulasi Penting pada 1 Tahun Pertama Anak

Perkembangan Bayi 6-9 Bulan – Menjadi orang tua yang bertanggung jawab atas tumbuh kembang anak tentu akan membuat Anda sibuk bukan main, hingga tak menyadari waktu begitu cepat berlalu dan tak terasa usia bayi Anda sudah 6 bulan. Ketika bayi mulai menginjak usia 6 bulan, orang tua harus menyadari bahwa dunia yang begitu luar biasa siap menyambut anak Anda.

Karenanya, penting bagi orang tua untuk memahami pola pertumbuhan dan perkembangan bayi khususnya di usia 6-9 bulan, sehingga orang tua dapat memberikan stimulasi yang tepat. Lantas, bagaimanakah perkembangan bayi usia 6 hingga 9 bulan?

Di pembahasan kali ini, Tania Kids Center akan menjawab rasa penasaran para orang tua mengenai perkembangan bayi usia 6-9 bulan. Simak pembahasan berikut!

Table of Contens:

Pola Tidur Bayi Usia 6-9 Bulan

pola tidur bayi 1 tahun pertama
Source: freepik.com

Jika pada bulan-bulan sebelumnya jam tidur orang tua menjadi kacau karena bayi belum mampu membedakan antara siang dan malam, kini jam tidur Anda akan jauh lebih teratur. Pasalnya, pola tidur bayi saat memasuki usia 6-9 bulan telah mengalami perkembangan.

Di usia ini, bayi membutuhkan waktu tidur setidaknya 14 hingga 16 jam setiap hari. Jika tidak terbangun karena buang air atau merasakan nyeri sebab pertumbuhan gigi. Pada malam hari durasi tidur bayi usia 6 sampai 9 bulan umumnya 11 jam. Bayi juga akan tidur siang beberapa kali selama tiga hingga empat jam.

Asupan Nutrisi Bayi Usia 6-9 Bulan

Ketika bayi telah berusia 6 bulan, artinya orang tua sudah melewati fase pemberian ASI eksklusif sebagai satu-satunya asupan nutrisi bayi. Nah, karena kini bayi sudah diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan lain selain ASI, jangan sampai sebagai orang tua Anda malah salah memberikan makanan.

Demi optimalnya pertumbuhan dan perkembangan bayi di usia 6-9 bulan, asupan nutrisi berupa makanan padat dapat diberikan ke anak. Orang tua dapat mulai mengenalkan makanan padat berupa sereal, buah, dan sayur dengan tekstur yang mudah ditelan kepada anak. Berikan makanan padat sebagai pendamping ASI sebanyak 2 hingga 9 sendok makan setiap hari.

Jika ingin memberikan protein, orang tua dapat memberikan protein berupa yogurt, telur, ikan, ataupun daging. Namun, pastikan bahwa tekstur makanan yang diberikan kepada anak dapat mudah ditelan sehingga tidak menyebabkan anak tersedak.

Perkembangan Bayi Usia 6-9 Bulan

pengaruh makanan terhadap perilaku anak
Source: freepik.com

Tak hanya memiliki pola tidur baru dan mencoba makanan baru, bayi berusia 6-9 bulan juga akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan. Pertumbuhan tersebut termasuk perkembangan otak, fungsi indra, hingga koordinasi anggota gerak.

Bentuk tumbuh kembang anak setelah berusia 6 hingga 9 bulan di antaranya adalah:

1. Merangkak dan Berdiri Sendiri

Ketika bayi berusia 6 bulan, otot tubuhnya telah mengalami perkembangan sehingga menjadi lebih kuat. Sehingga, bayi akan mampu duduk selama beberapa saat menopang kepalanya sendiri. Saat usianya mulai bertambah, bayi akan mampu merangkak sendiri, biasanya kemampuan merangkak bayi akan tampak di usia 6 hingga 7 bulan. Disarankan agar anak sebaiknya merangkak di permukaan yang keras, bukan di kasur.

Kemampuan tersebut akan terus berkembang hingga pada usia 9 bulan bayi mungkin sudah bisa berdiri sendiri dari posisi duduk, berdiri selama beberapa saat, dan kembali ke posisi duduk seperti semula.

2. Berkomunikasi Lewat Gerakan dan Ekspresi

Meskipun bayi usia 6-9 bulan belum mampu berbicara, tapi mereka sudah dapat berkomunikasi dengan orang tua atau lingkungan sekitar mereka melalui gerakan. Misalnya, ketika menginginkan sesuatu, bayi akan mengacungkan jari telunjuknya ke arah hal yang ia inginkan.

Selain melalui gerakan, bayi berumur 6 sampai 9 bulan juga mampu berkomunikasi dengan ekspresi. Mereka akan mampu merespons dengan kekahan atau tawa ketika orang tua menunjukkan hal yang lucu atau menarik perhatian di hadapan mereka.

3. Bergumam

Di usia 6 hingga 9 bulan, bayi juga mengalami perkembangan otak. Salah satu bentuk nyata yang dapat dilihat dari perkembangan tersebut adalah kemampuan bayi untuk berbicara.

Kendati memang belum bisa memahami serta mengucapkan kata-kata dengan jelas, di usia ini bayi sudah mampu bergumam. Misalnya, mengucapkan “Ma” atau “Ba”, dan lain sebagainya.

Itu dia pembahasan mengenai perkembangan bayi usia 6-9 bulan. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa tumbuh kembang satu anak denga yang lain mungkin berbeda. Jadi, apabila anak Anda tidak mengalami perkembangan di atas ketika usianya menginjak 6-9 bulan, Anda tak perlu khawatir. Segera konsultasikan hal tersebut kepada ahli.

Tingkat Pencapaian Perkembangan Bayi 6-9 Bulan

mengatasi gerakan tutup mulut
Source: freepik.com

Untuk membantu orang tua mengetahui tingkat pencapaian perkembangan bayi usia 6 hingga 9 bulan, berikut Tania Kids Center jabarkan aspek dalam perkembangan bayi usia 6 hingga 9 bulan.

1. Fisik Motorik

Dalam tingkatan pencapaian fisik motorik ini terdapat dua aspek yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar berkaitan dengan gerakan otot besar, seperti duduk, berjalan, atau berlari. Sementara, motorik halus mengacu pada gerakan otot yang lebih kecil, misalnya menggengam, menggambar, dan menulis.

Pada motorik kasar, bayi akan terlihat sudah bisa tengkurap bolak-balik tanpa bantuan. Selain itu, bayi juga dapat mengambil benda yang dapat dijangkau. Motorik kasar dapat dilihat ketika bayi sudah bisa melakukan gerakan seperti memukul, melempar, dan menjatuhkan benda yang ia pegang.

Apabila bayi Anda dapat duduk tanpa bantuan, berdiri berpegangan, dan merangkak ke segala arah. Maka, bayi Anda sudah mencapai aspek motorik kasar.

Selanjutnya untuk motorik halus, orang tua dapat mengamati gerakan bayi pada saat memegang benda menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Kemudian, bayi dapat meremas hingga mampu memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain.

Berikut perkembangan motorik pada bayi usia 6-9 bulan:

  • Melakukan gerakan seperti menjepit menggunakan jempol dan jari telunjuk untuk mengambil objek kecil, mainan, dan makanan.
  • Memindahkan mainan dari tangan kiri ke tangan kanan.
  • Memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut.
  • Berguling dari depan dan ke belakang.
  • Mulai menggenggam botol sendiri.

2. Kognitif

Pada tingkatan kognitif ini, perkembangan bayi usia 6 hingga 9 bulan sudah dapat mengenali lingkungan di sekitarnya. Dalam tingkatan ini, biasanya bayi dapat menunjukkan reaksi atas rangsangannya.

Misalnya, ketika menginginkan sesuatu, bayi akan mengacungkan jari telunjuknya ke arah hal yang ia inginkan.

Berikut perkembangan kognitif pada bayi usia 6-9 bulan:

  • Menggunakan tangan, mulut, dan mata untuk menjelajahi badan, mainan dan sekelilingnya.
  • Aktif bermain dengan mainan kecil.
  • Memberikan respon saat mendengarkan suara.
  • Menjatuhkan mainan secara sengaja dan berulang; melihat ke arah benda jatuh.
  • Mencari mainan yang disembunyikan.

3. Bahasa

Dalam perkembangan bayi usia 6 hingga 9 bulan, bayi dapat mengeluarkan suara untuk mengungkapkan keinginannya. Bayi akan berbicara dengan bahasanya sendiri seperti bergumam mengucapkan “Ma” atau “Ba” dan lain sebagainya.

Hal tersebut merupakan salah satu tingkat pencapaian perkembangan bayi usia 6 hingga 9 bulan sebagai reaksi atas stimulan.

Berikut perkembangan bahasa pada bayi usia 6-9 bulan:

  • Memberikan respon pada kata-kata yang familiar seperti “daddy” dan “dadah-dadah”.
  • Merespon ketika dirinya dipanggil.
  • Menirukan suara-suara seperti batuk atau mengecap saat makan.
  • Memberikan respon terhadap beberapa jenis suara seperti marah, sedih, dan tertawa.
  • Berbicara dengan mainan.

Baca artikel lainnya dari Tania Kids Center.

Baca juga:

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi...

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui – Rasa empati pada…
4 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui

4 Cara Melatih Anak Tumbuh...

5 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui – Apakah PapaMama…
Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan PapaMama!

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan...

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orang Tua! – Terkadang sebagai orang tua, tentu PapaMama ingin…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak