Cara Ajarkan Selflove Pada Anak− Selflove merupakan bekal penting bagi anak dalam masa pertumbuhan. Rasa menyayangi diri sendiri akan membuat anak yakin pada dirinya, perasaan tersebut mempengaruhi setiap hal yang mereka lakukan sampai dewasa.
Selflove adalah rasa sayang pada diri sendiri. Tapi selflove bukan hanya soalan me, my self, and I. Bukan pula sebatas memberi ‘reward’ pada diri sendiri berupa membeli barang-barang atau melakukan hal-hal yang sudah lama diidamkan.
Jadi, apa, sih sebenarnya, selflove itu?
Kenapa, ya, anak-anak harus diajarkan selflove?
Terus bagaimana, ya, cara mengajarkan selflove pada anak?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Papa Mama, berikut telah Tania Kids Center rangkum penjelasannya.
Table of Contents:
Mengapa Perlu Ajarkan Selflove Pada Anak?
Cara Ajarkan Selflove Pada Anak
Sebelum mengajarkan selflove pada anak, Papa Mama harus tahu dulu definisi terkait apa itu selflove.
Mencintai diri sendiri tidak hanya fokus pada kelebihan-kelebihan yang dimiliki, tapi juga menerima segala kekurangan. Selflove berarti belajar menerima segala yang diri kita miliki, bagaimana pun bentuknya.
Setiap orang harus mencintai dan menyayangi dirinya sendiri. Sayangnya, banyak yang kerap keliru dalam memaknai selflove. Hal tersebut dikarenakan adanya batas tipis antara selflove dan selfish. Tak heran jika orang salah mengartikan mencintai diri sendiri menjadi mencintai ego.
Di sinilah perlu adanya peran Papa Mama dalam mengajarkan anak cara mencintai diri sendiri.
Nah, sudahkah Papa Mama tahu mengapa mengajarkan selflove pada anak begitu penting?
Jawabannya sederhana. Sudah menjadi sifat natural Papa Mama untuk melindungi anak dari dunia luar agar anak tidak dimanfaatkan orang lain. Setiap anak harus tumbuh dengan rasa percaya dan mencintai dirinya sendiri.
Dengan selflove anak akan merasa percaya diri dalam membuat keputusan dan menentukan pilihan. Anak juga akan paham kapan mereka membutuhkan bantuan dari orang lain.

Pernah mendengar ungkapan bahwa anak adalah seorang peniru? Hal tersebut memang benar, loh. Seperti yang dilansir oleh PsychCentral.
Ketika mengajarkan sesuatu kepada anak, teknik yang tepat untuk diterapkan adalah show don’t tell. Tunjukkan contoh nyata pada anak, alih-alih memberi tahu atau menyuruh mereka.
Buatlah anak merasa dicintai untuk mengajarkan mereka cara mencintai diri sendiri. Berikan bahasa cinta seperti pujian atau quality time.
Sering-seringlah mengajak anak untuk melakukan kegiatan harian bersama agar anak merasa dibutuhkan, sehingga mereka lebih percaya diri terhadap kemampuan mereka. Hal ini dapat membantu meningkatkan rasa selflove.
Bantu buah hati untuk menemukan kelebihan dalam dirinya. Teruslah memberi dukungan terhadap bakat serta minat anak selama hal tersebut positif. Jangan batasi pilihan anak, sebab setiap minat dan bakat yang anak miliki tentu memiliki manfaat.
Memberikan dukungan kepada anak untuk menemukan kelebihan bukan hanya berupa bakat hard skill. Namun, juga bakat soft skill seperti jiwa kepemimpinan atau rasa peduli sesama.
Berikan pujian pada waktu yang tepat. Tidak ada yang salah dengan memuji anak seperti memberitahu betapa cantik atau pintarnya mereka.
Akan tetapi, Papa Mama biasanya memuji anak di waktu yang kurang tepat. Misalnya, mengucapkan, “Pintar, ya, anak mama.” Ketika si kecil berhasil mengenakan baju sendiri.
Dibanding memuji hasil, jauh lebih baik jika orang tua memuji proses yang dilakukan anak untuk meraih sesuatu.
Agar anak lebih percaya dan mencintai dirinya sendiri, bangunlah komunikasi dua arah. Pendapat anak perlu didengar. Papa Mama harus sering-sering berikan anak kesempatan untuk menyampaikan pendapat.
Cobalah untuk menanyakan pendapat anak mengenai hal-hal sederhana seperti bagaimana perasaan mereka sepanjang hari, apa yang harus dilakukan akhir pekan nanti, dan lain sebagainya.
Cara terakhir untuk mengajarkan selflove pada anak adalah dengan menekankan bahwa selflove tidak sama dengan egois. Jelaskan secara perlahan pada anak bahwa menyayangi diri sendiri sama pentingnya dengan menyayangi makhluk lain.
Selflove berarti mengharagai dan menyayangi diri sendiri tanpa merenggut kebahagiaan orang lain. Dengan begitu, anak akan memahami bahwa mementingkan diri sendiri bukanlah perilaku egois selama tidak ada orang lain yang tersakiti.
Demikian informasi mengenai cara ajarkan selflove pada anak. Baca artikel lain dari Tania Kids Center tentang tumbuh kembang anak.
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()