Pemicu Stress pada Anak – Stress tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa. Anak juga bisa mengalami stress, namun mungkin tidak mampu mengekspresikan dirinya. Mereka juga belum memiliki pemahaman konsep mengenai apa itu stress.
Seringkali tanpa kita sadari, anak bisa mengalami stress, lho! Maka penting bagi orangtua untuk selalu mengamati perkembangan anak baik secara fisik maupun psikologis. Pahami hal-hal apa yang dapat membuat anak merasa tidak nyaman. Jauhkan hal-hal yang dapat menjadi pemicu stress pada anak.
Dalam artikel ini, Tania Kids Center akan sajikan beberapa hal yang bisa menjadi pemicu stress pada anak. Yuk, simak informasinya!
Table of Content:

Salah satu hal yang menjadi pemicu stress pada anak adalah kegiatan anak yang terlalu padat. Terkadang orangtua tidak menyadari bahwa aktivitas sekolah saja sudah menghabiskan banyak energi anak. Ditambah, jadwal anak yang lain seperti les atau mengerjakan PR yang masih harus dilakukan setelahnya.
Seringkali kepadatan aktivitas ini menghilangkan kesempatan anak untuk bersantai dan bermain. Hal ini dapat memicu timbulnya stress dalam diri anak. Berikanlah kesempatan pada anak untuk bersantai dan bermain di tengah aktivitas lainnya. Jika perlu, ajaklah anak untuk ngobrol secara rutin agar Anda tahu apa yang dirasakan, dibutuhkan, dan diinginkan oleh anak.

Anak memerlukan istirahat yang cukup agar dapat berkembang dan beraktivitas dengan baik. Maka, pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, setidaknya 9-11 jam setiap harinya. Anak yang mengalami kurang tidur memiliki resiko lebih besar untuk mengalami stress. Kurang tidur dapat berdampak kepada mood yang tidak teratur, perubahan perilaku, dan penurunan daya ingat pada anak.
Seiring bertambahnya usia, anak akan banyak mengalami kesempatan di mana ia harus bertemu dengan banyak orang baru. Di sekolah, ia harus bertemu banyak teman yang seusia, bertemu guru, dan lainnya. Di sinilah anak juga mengeluarkan banyak upaya untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Ternyata, perubahan lingkungan yang sangat cepat ini juga merupakan salah satu pemicu stress pada anak, lho!
Salah satu contoh perubahan lingkungan dan perilaku masyarakat yang dirasakan anak adalah adanya pandemi COVID-19. Dengan mobilitas yang serba terbatas, anak juga harus mengikuti peraturan dan lebih banyak beraktivitas di rumah. Tempat-tempat bermain yang biasanya dikunjungi anak-anak terpaksa harus tutup sementara. Interaksi sosial anak juga berkurang, sehingga memicu timbulnya stress pada anak.
Maka, baiknya orangtua selalu mendampingi dan mendengarkan keluh kesah anak, terlebih saat ia mengalami masa-masa sulit atau mengalami perubahan lingkungan yang cukup besar.

Dunia digital di era ini sudah semakin mudah di akses. Dengan adanya kemudahan ini, harus disertai dengan pengawasan dari orangtua terhadap anak mengenai penggunaan teknologi. Di internet, informasi dan konten beredar dengan sangat cepat. Maka, pastikan anak tidak terkena terpaan dari konten yang tidak sesuai dengan usianya.
Sebagai contoh, konten yang perlu dihindarkan dari jangkauan anak adalah konten pornografi, berita/kekerasan, dan tayangan lain yang tidak diperuntukkan untuk anak-anak. Mengapa? Ternyata terpaan konten tersebut bisa menjadi pemicu stress pada anak juga! Pastikan Anda memberikan pengawasan atau bimbingan saat anak melakukan aktivitas menonton baik di televisi maupun melalui gadget di internet.

Pemicu stress pada anak yang selanjutnya adalah adanya masalah dalam keluarga. Masalah seperti ayah dan ibu yang bertengkar hebat, atau bahkan bercerai, dapat menimbulkan stress anak. Dengan mengalami hal-hal tersebut, anak akan kehilangan perasaan bahwa rumah adalah tempat yang aman untuk berlindung. Terlebih, mungkin anak juga belum memiliki kemampuan untuk memahami permasalahan yang terjadi dalam keluarganya, sehingga ia mengalami kecemasan.
Maka, pastikan Anda sebagai orangtua selalu menyelesaikan masalah secara baik-baik, meskipun saat anak sedang tertidur di malam hari. Hubungan dan komunikasi dalam keluarga yang sehat juga membentuk mental anak yang sehat.
Hal selanjutnya yang dapat menjadi pemicu stress pada anak adalah saat ia mengalami kekerasan atau bullying. Memang sangat disayangkan, anak biasanya mendapatkan perlakuan kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah atau pertemanannya. Gawatnya, hal-hal tersebut dapat terjadi tanpa sepengetahuan dari orangtua.
Perilaku tersebut juga tidak hanya terjadi di dunia nyata. Di era yang semakin maju, cyber-bullying juga sangat memungkinkan untuk terjadi. Pastikan Anda mempersiapkan anak untuk selalu siap bercerita jika ada hal-hal tidak menyenangkan yang dialaminya di sekolah. Perhatikan juga perubahan perilaku anak. Anak yang mengalami kekerasan atau bullying biasanya akan mengalami perubahan perilaku menjadi lebih pendiam dan tertutup.
Perhatian yang diberikan oleh orangtua akan meminimalisir dampak stress yang dialami anak jika suatu hari ia mengalami kekerasan atau bullying. Dengan perhatian dari orangtuanya, anak akan tetap merasa aman dan tidak sendirian.
Itulah beberapa hal yang dapat menjadi pemicu stress pada anak. Semoga Anda dapat mengenali gejala dan mengatasinya dengan baik, ya!
Baca juga:
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()