Pemicu Stress Pada Anak? Hindari 6 Hal Ini!

penyebab anak tantrum

Pemicu Stress pada Anak – Stress tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa. Anak juga bisa mengalami stress, namun mungkin tidak mampu mengekspresikan dirinya. Mereka juga belum memiliki pemahaman konsep mengenai apa itu stress. 

Seringkali tanpa kita sadari, anak bisa mengalami stress, lho! Maka penting bagi orangtua untuk selalu mengamati perkembangan anak baik secara fisik maupun psikologis. Pahami hal-hal apa yang dapat membuat anak merasa tidak nyaman. Jauhkan hal-hal yang dapat menjadi pemicu stress pada anak. 

Dalam artikel ini, Tania Kids Center akan sajikan beberapa hal yang bisa menjadi pemicu stress pada anak. Yuk, simak informasinya! 

Table of Content: 

  1. Kegiatan yang Terlalu Padat 
  1. Kurang Tidur atau Istirahat 
  1. Perubahan Lingkungan yang Cepat 
  1. Terpapar Konten yang Tidak Sesuai Usia 
  1. Masalah dalam Keluarga 
  1. Mengalami Kekerasan atau Bullying 

1. Kegiatan yang Terlalu Padat

dampak negatif pola asuh overprotektif
freepik.com

Salah satu hal yang menjadi pemicu stress pada anak adalah kegiatan anak yang terlalu padat. Terkadang orangtua tidak menyadari bahwa aktivitas sekolah saja sudah menghabiskan banyak energi anak. Ditambah, jadwal anak yang lain seperti les atau mengerjakan PR yang masih harus dilakukan setelahnya. 

Seringkali kepadatan aktivitas ini menghilangkan kesempatan anak untuk bersantai dan bermain. Hal ini dapat memicu timbulnya stress dalam diri anak. Berikanlah kesempatan pada anak untuk bersantai dan bermain di tengah aktivitas lainnya. Jika perlu, ajaklah anak untuk ngobrol secara rutin agar Anda tahu apa yang dirasakan, dibutuhkan, dan diinginkan oleh anak. 

2. Kurang Tidur atau Istirahat

pemicu stress pada anak

Anak memerlukan istirahat yang cukup agar dapat berkembang dan beraktivitas dengan baik. Maka, pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, setidaknya 9-11 jam setiap harinya. Anak yang mengalami kurang tidur memiliki resiko lebih besar untuk mengalami stress. Kurang tidur dapat berdampak kepada mood yang tidak teratur, perubahan perilaku, dan penurunan daya ingat pada anak. 

3. Perubahan Lingkungan yang Cepat 

Seiring bertambahnya usia, anak akan banyak mengalami kesempatan di mana ia harus bertemu dengan banyak orang baru. Di sekolah, ia harus bertemu banyak teman yang seusia, bertemu guru, dan lainnya. Di sinilah anak juga mengeluarkan banyak upaya untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Ternyata, perubahan lingkungan yang sangat cepat ini juga merupakan salah satu pemicu stress pada anak, lho! 

Salah satu contoh perubahan lingkungan dan perilaku masyarakat yang dirasakan anak adalah adanya pandemi COVID-19. Dengan mobilitas yang serba terbatas, anak juga harus mengikuti peraturan dan lebih banyak beraktivitas di rumah. Tempat-tempat bermain yang biasanya dikunjungi anak-anak terpaksa harus tutup sementara. Interaksi sosial anak juga berkurang, sehingga memicu timbulnya stress pada anak. 

Maka, baiknya orangtua selalu mendampingi dan mendengarkan keluh kesah anak, terlebih saat ia mengalami masa-masa sulit atau mengalami perubahan lingkungan yang cukup besar. 

4. Terpapar Konten yang Tidak Sesuai Usia

pemicu stress pada anak
freepik.com

Dunia digital di era ini sudah semakin mudah di akses. Dengan adanya kemudahan ini, harus disertai dengan pengawasan dari orangtua terhadap anak mengenai penggunaan teknologi. Di internet, informasi dan konten beredar dengan sangat cepat. Maka, pastikan anak tidak terkena terpaan dari konten yang tidak sesuai dengan usianya. 

Sebagai contoh, konten yang perlu dihindarkan dari jangkauan anak adalah konten pornografi, berita/kekerasan, dan tayangan lain yang tidak diperuntukkan untuk anak-anak. Mengapa? Ternyata terpaan konten tersebut bisa menjadi pemicu stress pada anak juga! Pastikan Anda memberikan pengawasan atau bimbingan saat anak melakukan aktivitas menonton baik di televisi maupun melalui gadget di internet. 

5. Masalah dalam Keluarga

pemicu stress pada anak
freepik.com

Pemicu stress pada anak yang selanjutnya adalah adanya masalah dalam keluarga. Masalah seperti ayah dan ibu yang bertengkar hebat, atau bahkan bercerai, dapat menimbulkan stress anak. Dengan mengalami hal-hal tersebut, anak akan kehilangan perasaan bahwa rumah adalah tempat yang aman untuk berlindung. Terlebih, mungkin anak juga belum memiliki kemampuan untuk memahami permasalahan yang terjadi dalam keluarganya, sehingga ia mengalami kecemasan. 

Maka, pastikan Anda sebagai orangtua selalu menyelesaikan masalah secara baik-baik, meskipun saat anak sedang tertidur di malam hari. Hubungan dan komunikasi dalam keluarga yang sehat juga membentuk mental anak yang sehat. 

6. Mengalami Kekerasan atau Bullying 

Hal selanjutnya yang dapat menjadi pemicu stress pada anak adalah saat ia mengalami kekerasan atau bullying. Memang sangat disayangkan, anak biasanya mendapatkan perlakuan kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah atau pertemanannya. Gawatnya, hal-hal tersebut dapat terjadi tanpa sepengetahuan dari orangtua. 

Perilaku tersebut juga tidak hanya terjadi di dunia nyata. Di era yang semakin maju, cyber-bullying juga sangat memungkinkan untuk terjadi. Pastikan Anda mempersiapkan anak untuk selalu siap bercerita jika ada hal-hal tidak menyenangkan yang dialaminya di sekolah. Perhatikan juga perubahan perilaku anak. Anak yang mengalami kekerasan atau bullying biasanya akan mengalami perubahan perilaku menjadi lebih pendiam dan tertutup. 

Perhatian yang diberikan oleh orangtua akan meminimalisir dampak stress yang dialami anak jika suatu hari ia mengalami kekerasan atau bullying. Dengan perhatian dari orangtuanya, anak akan tetap merasa aman dan tidak sendirian. 

Itulah beberapa hal yang dapat menjadi pemicu stress pada anak. Semoga Anda dapat mengenali gejala dan mengatasinya dengan baik, ya! 

Baca juga: 

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi...

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui – Rasa empati pada…
4 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui

4 Cara Melatih Anak Tumbuh...

5 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui – Apakah PapaMama…
Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan PapaMama!

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan...

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orang Tua! – Terkadang sebagai orang tua, tentu PapaMama ingin…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak