Anak berjalan jinjit atau dikenal dengan toe walking merupakan kondisi berjalan dengan menggunakan bagian depan telapak atau area sekitar jari kaki. Tahu tidak sih? Ternyata, umumnya anak usia hingga 18 bulan akan lebih sering melakukannya. Hal itu sangat normal dilakukan anak, sebagai upaya untuk menyeimbangkan tubuh saat baru belajar berjalan.
Namun, perlu diwaspadai ketika kebiasaan itu dilakukan lebih dari 24 bulan. Bisa jadi indikasi awal terdapat gangguan pada tubuh anak yang perlu segera ditangani. Simak penjelasan penyebab dan akibatnya di bawah ya.
Daftar isi
Menurut berbagai sumber yang sudah dirangkum, terdapat beberapa penyebab anak berjalan jinjit. Beberapa hal yang perlu papa mama ketahui penyebabnya:
Distrofi otot adalah kondisi genetik yang menyerang serat otot, mengakibatkan kelemahan otot dari waktu ke waktu. Penyakit ini dapat menyebabkan anak harus berjalan jinjit.
Kasus ini juga dapat disebabkan oleh masalah gerakan otot atau postur. Hal itu akan memberikan efek kerusakan otak. Otak akan sulit mengatur fungsi otot sehingga terjadi masalah saraf, seperti berjalan jinjit.
Jaringan Achilles menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Jika Anak memiliki ukuran yang pendek, tumit anak akan kesulitan menyentuh permukaan. Akibatnya akan berjalan jinjit.
Jika diperhatikan, salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh anak dengan distabilitas (AdD) Autisme adalah jalan dengan jinjit. Gangguan ini mempengaruhi kemampuan anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
Masalah Pada Sensori Taktil
Taktil berfungsi memberikan informasi kepada seseorang tentang apa yang Ia rasakan. Meliputi segala hal yang anak sentuh, suhu, hingga rasa sakit atau tekanan. Bagi anak yang memiliki gangguan ini, akan cenderung tidak ingin disentuh dan susah beradaptasi dengan tekstur baru. Termasuk berjalan jinjit.

Berjalan jinjit pada usia lebih dari 24 bulan juga bisa pertanda bahwa terdapat gangguan keseimbangan. Sistem keseimbangan yang tidak normal, akan membuat anak lebih sedikit beraktivitas dan jalan dengan jinjit. Selain itu, anak akan lebih sering menabrak sesuatu atau terjatuh tiba-tiba. Jika hal itu terjadi, papa mama tidak perlu panik ya. Langsung segerakan untuk melakukan penanganan seperti di bawah ini.

Papa mama tidak perlu bingung harus apa, Beberapa penanganan anak berjalan jinjit bisa dilakukan sendiri di rumah loh! Berikut penanganan dini yang bisa dilakukan:
Membiasakan untuk mengingatkannya adalah penanganan dini yang mudah. Papa mama bisa terus mengingatkan si anak untuk selalu berjalan dengan benar. Pastikan mengingatkan dengan nada kasih sayang ya.
Penanganan ini bisa dilakukan dengan mengajak anak telentang di kasur dan meluruskan kedua kakinya selama kurang lebih 30 detik. Lakukan berulang paling tidak 5 kali dalam sehari agar dapat menuai hasilnya ya.
Bisa dicoba dengan posisi anak yang duduk di kursi dan posisi mama di depan anak. Suruh anak untuk turun dari kursi dengan hentakkan kaki sambil mama pegang tangan si anak. Lakukan proses tersebut berulang setiap hari agar anak belajar menempelkan seluruh telapak kakinya pada permukaan.
Jika penanganan dini tidak membuahkan hasil. Papa mama bisa konsultasikan ke dokter yang sudah berpengalaman. Papa mama bisa menghubungi atau datang langsung ke Klinik Tumbuh Kembang Anak Tania Kids Center ya.
Sudah paham kan Papa mama soal kebiasaan anak berjalan jinjit. Berjalan jinjit sangat normal terjadi pada usia sebelum 24 bulan. Namun, jika lebih dari itu perlu adanya perhatian khusus dari papa mama. Jangan lupa biar makin jago temui informasi parenting anak yang lain di taniakidscenter.com
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18 Jakarta Barat 11470
Lihat Lokasi
Greenwich Business Park, Jln Bumi Botanika
No E/18, Tangerang, 15331
Lihat Lokasi
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()