Mengenal dan Mengatasi Tantrum pada Anak Usia Dini

stranger anxiety pada bayi

Mengatasi tantrum pada anak usia dini dapat membuat orang tua begitu kewalahan. Pasalnya, ketika tantrum, beberapa anak tak hanya merengek atau menangis, tapi kerap juga berteriak, memukul, bahkan menendang. Kendati sebagian anak mengalami tantrum dan sebagian yang lain tidak, tantrum merupakan hal normal dalam tumbuh kembang. 

Alih-alih ikut frustrasi ketika anak tantrum, orang tua dapat menjadikan tantrum sebagai kesempatan belajar memahami keinginan anak dengan mengatasinya menggunakan cara yang tepat. Dalam artikel ini, Tania Kids Center telah merangkum dari berbagai sumber, pengetahuan mengenai tantrum dan cara untuk mengatasinya. 

Table of Contents: 

Mengapa Anak Usia Dini Mengalami Tantrum? 

Jenis-jenis Tantrum pada Anak Usia Dini 

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak Usia Dini 

Mengapa Anak Usia Dini Mengalami Tantrum?

Sebagai langkah utama untuk mengatasi tantrum, orang tua harus mengetahui terlebih dahulu terkait apa itu tantrum serta alasan yang menyebabkan anak usia dini mengalami tantrum. 

Tantrum adalah ekspresi frustasi dari kemarahan anak. Tantrum umumnya dialami anak usia 1 sampai 3 tahun. Lantaran pada usia tersebut kemampuan komunikasi verbal anak belum sempurna, ketika anak menginginkan atau merasakan sesuatu, anak tidak mampu menyampaikannya. Sehingga, ketika tidak mendapatkan apa yang diharap, anak akan mudah sedih atau marah.

Baca juga: Apa Penyebab Anak Mengalami Tantrum?

Atau dalam kasus lain, ketika anak menginginkan sesuatu, kemudian mendapatkan penolakan dari orang tua dengan alasan tertentu. Anak akan merasa kesal dan meluapkan perasaannya dengan beragam cara. Luapan emosi dari perasaan tersebut adalah yang dikenal dengan istilah tantrum. 

Biasanya anak yang mengalami tantrum akan merengek, menangis, atau berteriak. Namun, ada juga beberapa anak yang menahan napas, memukul, hingga menyakiti diri sendiri ketika tantrum. 

Penyebab tantrum pun beragam, mulai dari kelelahan, kelaparan, kesakitan, atau adanya keinginan untuk hal tertentu yang tidak bisa disampaikan oleh anak. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika anak sudah lebih lancar berbicara, mereka akan mampu mengungkapkan isi hati dan pikiran. Maka, tantrum pun akan lebih jarang terjadi. 

Jenis-jenis Tantrum pada Anak Usia Dini

Seperti yang telah disinggung pada poin sebalmunya bahwa ketika anak tantrum, ada banyak hal yang dapat mereka lakukan untuk meluapkan emosinya. Tak dapat dimungkiri, bukan perkara mudah untuk mengatasi polah tingkah anak yang sedang tantrum. 

Untuk menentukan cara paling tepat dalam mengatasi tantrum, orang tua harus memiliki pengetahuan terkait jenis-jenis tantrum. Lantas, apa saja jenisnya? Berikut adalah jenis-jenis tantrum pada anak usia dini. 

1. Tantrum Frustrasi 

Jenis tantrum pada anak usia dini yang pertama adalah tantrum frustrasi. Tantrum jenis frustrasi umumnya dialami oleh anak usia 18 bulan yang belum mampu menyampaikan perasaannya dengan jelas. 

Pada usia tersebut, tingkat kontrol emosi anak belum begitu matang. Sehingga ketika anak mengharapkan atau merencanakan sesuatu di otak, tapi tidak dapat merealisasikannya, anak akan merasa frustrasi dan meluapkan emosinya dalam bentuk tantrum. 

2. Tantrum Manipulatif 

Jenis tantrum yang lain adalah tantrum manipulatif. Tantrum jenis ini adalah tantrum yang dibuat-buat oleh anak. 

Berbeda dengan tantrum frustrasi di mana tantrum terjadi karena kegagalan anak untuk merealisasaikan harapan. Pada tantrum jenis manipulatif, anak-anak biasanya rewel karena keinginannya tidak dipenuhi. 

Misalnya, anak minta dibelikan mainan, tapi ada penolakan dari orang tua. Kemudian, anak akan merengek, marah-marah, hingga melakukan hal-hal manipulatif agar orang tua memberikan apa yang mereka inginkan. 

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak Usia Dini

Setelah memahami jenis-jenis tantrum, berikut beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasi anak ketika mengalami tantrum. 

1. Bersikap Tenang 

Pahamilah bahwa tugas orang tua adalah membantu anak yang sedang kesulitan mengontrol emosi. Jadi, hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah bersikap tenang. 

Meski anak tantrum memang sangat merepotkan, tapi jangan sampai Anda juga ikut frustrasi karenanya. Jika orang tua tidak berkepala dingin, mengatasi anak tantrum bukannya akan menyelesaikan masalah, malah akan memperumit keadaan. 

Jadi, berusahalah untuk tetap bersikap tenang saat anak tantrum, dan atasi tantrum pada anak tanpa melibatkan kekerasan. 

2. Berikan Kenyamanan 

mengatasi tantrum pada anak usia dini

Anak di usia dini biasanya mengalami tantrum karena tidak nyaman akan sesuatu. Nah, yang harus dilakukan orang tua adalah memberikan kenyamanan pada anak. 

Bentuk kenyamanan paling mudah untuk diberikan pada anak berupa pelukan atau dekapan. Ketika anak sedang tantrum, peluklah mereka dan kesampingkan keinginan untuk memberi nasihat apapun. Dengan begitu, anak akan merasa lebih nyaman atas pengertian yang orang tua berikan. 

3. Alihkan Perhatian Anak 

mengatasi tantrum pada anak usia dini

Mengalihkan perhatian anak juga menjadi salah satu cara untuk mengatasi tantrum. Ketika anak mulai mengamuk, orang tua dapat mengalihkan perhatian anak dengan cara, membawa anak ke ruangan berbeda, menunjukkan hal-hal di sekitar yang menarik perhatian mereka, mengajak anak bermain permainan, atau memberikan anak makanan yang mereka sukai. Dengan mengalihkan perhatian anak, anak akan melupakan alasan atas kekesalannya.

4. Beri Anak Waktu

Jangankan anak-anak, orang dewasa saja acapkali merasa kesulitan meredam emosi ketika sedang marah. Untuk itu, orang tua harus memahami bahwa mengatasi tantrum pada anak tidak bisa selesai dalam sekejap mata. 

Berikanlah anak ruang dan waktu agar luapan emosinya mereda. Ada kalanya orang tua perlu membiarkan anak marah. Akan tetapi, terus awasi dan pastikan ketika anak tantrum, mereka berada di tempat yang aman dan tidak berpotensi melukai diri. 

Setelah memberinya ruang dan waktu, jika emosi anak sudah mulai mereda, orang tua dapat mulai memeriksa, mengajak berbincang, dan menanyakan keadaannya. 

5. Jangan Apresiasi, Beri Solusi

Untuk mengatasi tantrum pada anak usia dini, lawan orang tua bukan hanya anak, melainkan juga dirinya sendiri. Apabila anak tantrum dalam waktu yang cukup lama dan begitu merepotkan, orang tua kerap menyerah dan menuruti apa saja yang anak inginkan. Padahal, menuruti segala keinginan anak tantrum malah akan membuatnya mengulangi hal serupa di kemudian hari. Untuk itu, yang harus dilakukan oleh orang tua ketika anak tantrum adalah berpegang teguh pada pendirian agar tidak mengapresiasi kemarahannya. 

Itulah informasi mengenai cara mengatasi tantrum pada anak usia dini. Baca artikel lainnya dari Tania Kids Center di sini!

Baca juga:

  • Anak Terlambat Bicara? Ketahui 6 Gejala dan Penyebabnya!

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi...

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui – Rasa empati pada…
4 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui

4 Cara Melatih Anak Tumbuh...

5 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui – Apakah PapaMama…
Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan PapaMama!

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan...

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orang Tua! – Terkadang sebagai orang tua, tentu PapaMama ingin…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak