Kontak mata tiga arah adalah gerbang masuknya pengetahuan bahasa ke anak. Pernahkan Papa Mama mendengar ungkapan tersebut? Atau mungkin Papa Mama sudah mengetahui apa itu kontak mata tiga arah?
Di bawah ini, Tania Kids Center membahas mengenai apa, sih, kontak mata tiga arah itu? Simak baik-baik, ya.
Table of Contents
Apa Itu Kontak Mata Tiga Arah?
Pentingnya Kontak Mata Tiga Arah Bagi Anak
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa bayi berkomunikasi dengan orang dewasa lewat kontak mata. Artinya, kontak mata adalah cara bayi menyampaikan sesuatu ke Papa Mama.
Kontak mata memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial. Kontak mata adalah bentuk komunikasi nonverbal yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau perasaan.
Bayi yang belum mampu bicara akan berkomunikasi dengan orang dewasa melalui kontak mata. Papa Mama mungkin pernah mendapati ketika si kecil melihat sebuah benda kemudian menatap Papa Mama seakan ingin mengutarakan isi kepalanya. Nah, momen tersebut adalah kontak mata tiga arah.
Jadi, kontak mata tiga arah ini bukan hanya kontak mata antara anak dan orang dewasa. Akan tetapi, juga melibatkan sebuah objek.
Kontak mata tiga arah banyak terjadi ketika bayi sudah bisa merangkak dan meraih benda-benda yang ada di sekitarnya, umumnya usia 9 hingga 12 bulan. Ketika bayi menemukan objek baru yang menarik perhatian dan menatap orang tua, ini merupakan saat yang tepat bagi orang tua untuk mulai mengajarkan bahasa.
Kira-kira, kenapa, ya saat terjadi kontak mata tiga arah adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan bahasa pada anak? Berikut alasannya.

Kontak mata tiga arah meruoakan milestone penting dalam perkembangan bahasa anak. Ketika terjadi kontak mata tiga arah, artinya anak sedang meminta ‘bahasa’ kepada orang tua.
Dalam proses penemuan bahasa, anak harus diajarkan menemukan bahasanya sendiri. Saat anak mampu menemukan bahasa secara mandiri, kemampuan berbahsa dan komunikasi anak akan jauh lebih berkembang.
Jadi, untuk mengajarkan anak menemukan bahasa, Papa Mama harus lebih banyak diam. Beri pemahaman hanya ketika anak meminta. Nah, kontak mata tiga arah inilah caara anak meminta bahasa kepada Mama Papa.
Sebagai contoh, ketika anak merangkak kemudian meraih sendok makannya. Papa Mama dapat merespons dengan mengatkan, “Ini namanya sendok, Nak. Sendok … sendok untuk makan.”
Dari respons tersebut, anak akan menuliskan kosa kata baru dalam kamus bahasa di otak mereka. Seiring berjalannya waktu, anak akan belajar memaknai setiap kosa kata tersebut hingga lancar menyusun kalimat untuk berkomunikasi.
Sebaliknya, apabila dalam proses bermain atau aktivitas lain anak tidak menunjukkan kontak mata tiga arah. Maka, proses menemukan bahasa pada anak akan terhambat. Ibaratnya bahasa hanya akan masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.
Tanda-tanda yang menunjukkan tidak adanya kontak mata tiga arah antara lain adalah: Anak asik sendiri terhadap sebuah objek. Anak tidak menunjukkan atensi terhadap Papa Mama, objek, atau keduanya. Anak tidak menunjukkan respons paham atas penjelasan Papa Mama terkait objek.
Akibat dari tidak adanya kontak mata tiga arah adalah bahasa hanya menjadi angin lalu bagi anak. Hal tersebut tentu akan berdampak pada proses penemuan bahasa, hingga kemampuan komunikasi anak di masa mendatang.
Jika Papa Mama menemukan masalah terkait perkembangan bahasa anak, seperti tidak adanya kontak mata tiga arah atau keterlambatan berbicara. Langkah terbaik yang harus diambil adalah menghubungi ahli untuk berkonsultasi.
Demikian penjelasan terkait apa itu kontak mata tiga arah. Baca juga artikel lain dari Tania Kids center di sini.
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()