Kapan Anak Perlu Terapi Wicara?

kapan anak perlu terapi wicara

Kapan anak perlu terapi wicara? Merupakan pertanyaan yang wajar muncul di benak orang tua. Sudah menjadi tugas dan kewajiban bagi setiap orang tua untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal. 

Maka tak heran jika ribuan pertanyaan kerap diajukan oleh orang tua jika ada kaitannya dengan tumbuh kembang. Terlebih lagi apabila anak menunjukkan masalah dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, orang tua tak akan pernah kehabisan cara agar si kecil dapat tumbuh dengan maksimal. 

Misalnya saja perkembangan bahasa. Seiring berjalannya waktu, kemampuan berbicara akan meningkat. Diawali dengan pemahaman kata-kata dasar, kemudian mereka mampu membentuk kalimat yang terdiri dari beberapa kata, hingga jumlah kosa kata yang mereka pahami akan terus menambah dengan bertambahnya usia anak. 

Akan tetapi, jika anak mengalami masalah keterlambatan bicara, proses-proses tersebut akan mengalami hambatan bahkan tidak pernah terjadi. Saat inilah Papa Mama harus segera melakukan konsultasi agar anak mendapatkan terapi wicara yang tepat sesuai dengan kondisi mereka. 

Nah, di kesempatan ini Tania Kids Center akan memberikan tanda-tanda masalah dalam tumbuh kembang bahasa anak agar Papa Mama tahu kapan sih waktu yang tepat untuk melakukan terapi wicara. Simak baik-baik, ya! 

Table of Contents: 

Tanda-tanda Kapan Anak Perlu Terapi Wicara

Tanda-tanda Kapan Anak Perlu Terapi Wicara

Anak butuh terapi wicara ketika: 

source: freepik.com

Anak Tidak Memahami Perkataan Orang Lain

Anak yang telah berusia 2 tahun mengetahui paling sedikit 50 kata. Bukan hanya sekadar mampu mengucapkan, tapi juga mengerti makna kata tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan mereka untuk merespons orang lain ketika berkomunikasi. 

Baik kalimat pertanyaan maupun perintah, anak yang telah berusia 2 tahun akan mampu memberikan respons yang tepat. Apabila si kecil tampak tidak memahami apa yang orang lain ucapkan, Papa Mama perlu waspada terkait adanya masalah yang membutuhkan terapi wicara. 

Terlalu Pendiam Di Lingkungan Sosial 

Beberapa anak mungkin memiliki kepribadian pemalu. Akibatnya, mereka cenderung tidak banyak bicara ketika bertemu orang baru atau berada di tempat keramaian. Hal tersebut bukan masalah sebenarnya. Namun, jika anak menjadi sosok yang terlalu pendiam dan terjadi secara terus-menerus, ada kemungkinan anak bukan hanya pemalu tapi memiliki masalah kepribadian dan perilaku. 

Beberapa masalah terkait kepribadian dan perilaku yang mengganggu perkembangan bahasa anak juga dapat diatasi dengan terapi wicara, loh, Papa Mama.  

Miskin Perbendaharaan Kata

Ketika usia anak 2 tahun, jumlah minimal kosakata yang ia pahami dan gunakan untuk berkomunikasi adalah 50 kata tunggal. Apabila kurang dari jumlah minimum tersebut, Papa Mama harus melakukan konsultasi pada ahli terapi wicara guna mengetahui kondisi pasti si kecil dan cara untuk mengatasinya. 

Kesulitan Mengartikulasikan Suara

Tak hanya memerlukan cukup perbendaharaan kata, anak juga harus memiliki kemampuan artikulasi yang baik. Artikulasi adalah kemampuan untuk menghasilkan bunyi, suara, dan kalimat yang jelas. Artikulasi merupakan aspek penting dalam perkembangan bahasa anak. Anak-anak dengan masalah speech delay umumnya mengalami kesulitan saat mengartikulasikan suara atau bunyi tertentu.

Dalam kondisi inilah terapi wicara perlu dilakukan. Contoh kondisi anak memerlukan terapi wicara adalah saat menyebutkan kata ‘api’ padahal seharusnya ‘sapi’, anak menghilangkan huruf ‘s’ karena tidak mampu mengartikulasikannya. 

Gagap Ketika Berbicara

Waktu yang tepat untuk melakukan terapi wicara adalah ketika Papa Mama mendapati si kecil gagap saat berbicara. Gagap adalah kondisi ketidakmampuan si kecil untuk menghasilkan kalimat yang jelas. 

Anak-anak umumnya mengalami gagap ketika bicara di usia 2-3 tahun dan dapat bertahan hingga dewasa jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk itu orang tua perlu jeli dalam melihat gejala pada si kecil untuk memastikan apakah mereka memerlukan terapi wicara. 

Kesulitan Menggerakkan Mulut (Mengunyah, Menyedot, Meniup)

Gejala gangguan bicara pada anak yang mengharuskannya untuk melakukan terapi wicara, salah satunya adalah kesulitan menggerakkan mulut. Selain minim mengoceh sewaktu bayi, anak juga akan tampak kesulitan dalam melakukan gerakan seperti mengunyah, menyedot, dan meniup. 

Demikian pembahasan terkait kapan si kecil perlu melakukan terapi wicara. Apabila Papa Mama mendapati tanda-tanda di atas dialami anak. Maka, jangan tunda untuk melakukan terapi wicara. 

Cari tahu lebih banyak terkait tumbuh kembang anak di Tania Kids Center.

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Kenapa Anak Suka Melepeh Makanan? 

Kenapa Anak Suka Melepeh Makanan? 

Anak suka melepeh makanan adalah hal yang wajar saat si kecil sedang belajar makan. Akan…
Penyebab Anak Takut Suara Keras

Penyebab Anak Takut Suara Keras

Anak Takut suara Keras ー Setiap orang tentu memiliki rasa takut. Mulai dari anak-anak, bahkan…
Mengapa Anak Cadel?

Mengapa Anak Cadel?

Mengapa Anak Cadel? Ada beberapa alasan yang menyebabkan anak cadel, atau tidak dapat mengucapkan huruf-huruf…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak