Jenis-jenis Keterlambatan Perkembangan Pada Anak

freepik.com

Dalam keterlambatan perkembangan anak terdapat 4 jenis-jenis keterlambatan perkembangan. Yang pertama ada gangguan fungsi pada aspek fisik sosial dan belajar yang disebabkan faktor fisik, serta keterlambatan atau adanya gangguan secara umum pada perkembangan intelektual dan kemampuan-kemampuan adaptif.  

Keterlambatan perkembangan biasanya terjadi ketika si kecil mengalami tumbuh kembang fisik, emosional, sosial dan kemampuan berkomunikasinya lebih lambat dibandingkan pada umumnya. 

Oleh karena hal ini, anak yang mengalami gangguan keterlambatan perkembangan akan membutuhkan waktu lebih lama dalam mengembangkan keterampilan baru dibanding teman sebayannya. 

Menurut data yang ada, pada tahun 2013 37,2 persen anak pendek diakibatkan oleh kurangnya gizi dan gangguan pertumbuhan ini mengganggu perkembangan pertumbuhannya. 

Oleh sebab itu, penting bagi MamaPapa untuk terus memantau perkembangan si kecil terutama saat masih di bawah 2 tahun. 

Pemantauan di 1000 hari pertama sangatlah penting lho MamaPapa. Selama 1.000 hari pertama, mulai dari saat pembuahan dalam rahim sampai si kecil mencapai usia 2 tahun. Keterlambatan perkembangan dapat disebabkan oleh berbagai faktor.  

Diantaranya seperti, yang dipublikasikan pada Raising Children, keterlambatan perkembangan karena kondisi genetik seperti down syndrome atau karena komplikasi selama mengandung dan melahirkan, seperti kelahiran prematur.  

Beberapa keterlambatan perkembangan dapat mempengaruhi fisik, kognitif, sosial, komunikasi, dan emosional, serta perilaku keterampilan pada anak.  

Jenis-jenis keterlambatan perkembangan pada anak 

1. Keterlambatan kognitif  

Jenis yang pertama ada keterlambatan kognitif, keterlambatan kognitif bisa mempengaruhi fungsi intelektual, mengganggu kesadaran anak dan menyebabkan anak kesulitan dalam belajar. Tidak hanya itu, si kecil juga akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan bermain dengan orang lain.  

Keterlambatan kognitif ini dapat terjadi pada anak yang mengalami cedera otak karena infeksi, seperti meningitis. Ini dapat menyebabkan pembengkakan di otak yang dikenal sebagai ensefalitis. Selain itu juga bisa disebabkan oleh down syndrome, yang dimana ini dapat meningkatkan risiko terjadinya keterlambatan kognitif.  

2. Keterlambatan motorik atau gerak Keterlambatan  

sumber : http://freepik.com

Jika anak mengalami gangguan atau keterlambatan pada keterampilan motorik maka ini akan mengganggu kemampuan anak untuk mengendalikan otot di lengan, kaki, dan tangan. 

Pada bayi, keterlambatan perkembangan motorik biasa ditandai dengan gejala kesulitan berguling atau merangkak. Sementara pada anak balita atau kanak-kanak ditandai dengan sulitnya melakukan aktivitas dasar seperti memegang benda-benda kecil atau menyikat gigi.  

Keterlambatan motorik pada anak dapat disebabkan oleh achondroplasia, dimana kondisi genetik yang menyebabkan anggota gerak lebih pendek sehingga mempengaruhi otot, seperti distrofi otot atau celebral palsy.  

3. Keterlambatan sosial, emosional, dan perilaku Keterlambatan sosial, emosional, dan perilaku  

Jenis keterlambatan ini biasa disebabkan oleh perbedaan otak dalam memproses informasi, atau merespon lingkungan sekitar. Yang akan berakibat pada kemampuan anak untuk belajar, berkomunikasi, serta berinteraksi dengan orang lain akan terganggu.  

4. Keterlambatan berbicara  

Umumnya jika anak mengalami keterlambatan perkembangan pasti diiringi dengan keterlambatan bicara secara reseptif dan ekspresif.  

Gangguan bahasa reseptif adalah gangguan dimana anak mengalami kesulitan untuk memahami atau mencerna kata-kata yang diucapkan orang lain. Si kecil menjadi sulit untuk mengidentifikasi warna, bagian tubuh, atau bentuk-bentuk.  

Sedangkan gangguan bahasa ekspresif  umumnya ditandai dengan kurangnya kosakata dan kalimat rumit yang dimiliki untuk anak seusianya. Akibatnya, Anak menjadi lebih lambat dalam bercakap, berbicara, berkomunikasi, dan membuat kalimat.  

Penyebab dari keterlambatan ini adalah karena fisiologis, seperti kerusakan otak, gangguan pendengaran, atau sindrom genetik. Di samping itu, keterlambatan jenis ini juga disebabkan oleh faktor lingkungan seperti kurangnya stimulasi.  

Cara mencegah gangguan keterlambatan perkembangan  

Dengan memenuhi kebutuhan dasar anak seperti, memberi ASI, gizi yang cukup, rekreasi atau bermain, menjaga kebersihan individu dan lingkungan sekitar, menjaga kesehatan anak, memberi kasih sayang, serta memberi kebutuhan stimulasi mental untuk proses belajar dapat mencegah gangguan keterlambatan perkembangan pada anak.

Nah itulah jenis-jenis keterlambatan perkembangan pada anak. Jika MamaPapa perlu konsultasi mengenai tumbuh kembang si kecil, silakan konsultasikan ke Tania Kids Center. 

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi...

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui – Rasa empati pada…
4 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui

4 Cara Melatih Anak Tumbuh...

5 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui – Apakah PapaMama…
Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan PapaMama!

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan...

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orang Tua! – Terkadang sebagai orang tua, tentu PapaMama ingin…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak