Apa Itu Keterlambatan Pada Anak? 

freepik.com

Orang tua seringkali tidak menyadari bahwa anaknya mengalami keterlambatan perkembangan. Padahal etiap anak memiliki keunikan tersendiri dan memiliki cara serta kecepatan perkembangan yang berbeda. 

Normalnya anak mulai berjalan diusia 10 sampai 18 bulan, dan seringkali terjadi perbedaan perkembangan. Oleh karena itu, MamaPapa perlu mengenal red flag atau bahaya perkembangan anak. 

Seorang bisa saja mengalami keterlambatan perkembangan pada satu ranah perkembangan saja, akan tetapi juga dapat pula di lebih dari satu ranah perkembangan.  

Keterlambatan perkembangan umum atau global developmental delay merupakan keadaan keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih ranah perkembangan.  

Secara garis besar, ranah perkembangan anak terdiri atas motor kasar, motor halus, bahasa/bicara, serta personal sosial/kemandirian. 

Penyebab keterlambatan pada anak

Penyebab dari keterlambatan perkembangan ini umumnya karena gangguan genetik atau kromosom seperti sindrom Down, gangguan atau infeksi susunan saraf seperti palsi serebral atau CP, sindrom Rubella, spina bifida, bayi berat lahir rendah, kemudian riwayat bayi risiko tinggi seperti bayi prematur atau kurang bulan, bayi yang mengalami sakit berat pada awal kehidupan sehingga memerlukan perawatan intensif, kurangnya stimulasi dan interaksi, kurangnya kesempatan untuk ekplorasi, serta seringnya screen time pada anak. 

Jika MamaPapa ingin mengetahui apakah si kecil mengalami keterlambatan perkembangan umum atau tidak. MamaPapa melaporkan keluhan dan kemudian memeriksa deteksi dini atau skrining perkembangan pada anak.  

Pemeriksaan skrining perkembangan ini penting untuk dilakukan dan harus dilakukan dengan menggunakan alat skrining perkembangan dan prosedur yang tepat. Dengan mengetahui sejak dini, maka dapat dicari penyebab keterlambatannya dan segera dilakukan intervensi yang tepat. 

Orang tua harus mengenal tanda bahaya (red Flag) perkembangan si kecil dimulai dari yang sederhana. Apabila MamaPapa menemukan salah satu bahaya di bawah ini, maka jangan menundanya dan segera konsultasikan. 

sumber : http://freepik.com

Berikut tanda bahaya perkembangan anak : 

Tanda bahaya perkembangan motor kasar 

  • Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya, gerakan antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan. 
  • Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan 
  • Hiper/hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh 
  • Hiper/hipotonia atau gangguan tonus otot 
  • Terdapat gerakan yang tidak terkontrol 

Tanda bahaya gangguan motor halus 

  • Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan 
  • Terdapat dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun 
  • Eksplorasi oral (seperti memasukkan benda ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan 
  • Perhatian penglihatan yang inkonsisten 

Tanda bahaya keterlambatan bicara dan bahasa (ekspresif) 

  • Adanya rasa kurang tertarik dan kurangnya kemampuan menunjuk terhadap suatu benda pada usia 20 bulan 
  • Tidak mampu membuat frase yang bermakna setelah 24 bulan 
  • Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak atau bahasa anak masih tidak jelas pada usia 30 bulan 

Tanda bahaya keterlambatan bicara dan bahasa (reseptif) 

  • Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu memberi respons 
  • Kurangnya join attention atau kemampuan anak berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan 
  • Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan 

Tanda bahaya gangguan sosio-emosional 

  • 6 bulan: jarang senyum atau ekspresi senang atau gembira lain 
  • 9 bulan: kurang bersuara dan kurang menunjukkan ekspresi wajah 
  • 12 bulan: tidak merespon panggilan namanya 
  • 15 bulan: belum bisa berbicara 
  • 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura 
  • 24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti 
  • Segala usia: tidak adanya babbling, bicara dan kemampuan bersosialisasi/interaksi dengan sekitar 

Tanda bahaya gangguan kognitif 

  • 2 bulan: kurangnya fixation 
  • 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerakan benda 
  • 6 bulan: belum berespons atau belum mencari sumber suara 
  • 9 bulan: belum babbling seperti mama, papa 
  • 24 bulan: belum ada kata berarti 
  • 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata 

Itulah yang MamaPapa ketahui mengenai keterlambatan pertumbuhan pada anak. Sebagai orang tua alangkah lebih baiknya jika mempunyai pengetahuan yang luas tentang perkembangan anak. Supaya perkembangan anak terjaga dengan baik. 

MamaPapa bisa konsultasikan perkembangan si kecil di Tania Kids Center. Tania Kids Center sahabat orang tua dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi...

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui – Rasa empati pada…
4 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui

4 Cara Melatih Anak Tumbuh...

5 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui – Apakah PapaMama…
Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan PapaMama!

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan...

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orang Tua! – Terkadang sebagai orang tua, tentu PapaMama ingin…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak