Anak Bermain Sendiri Boleh Tidak Ya?

Anak bermain sendiri boleh tidak ya?

Anak bermain sendiri boleh tidak ya? – Mungkin itu adalah pertanyaan yang masih papa mama bingungkan saat ini. Terkadang beberapa faktor, anak harus lebih di rumah saja dan kita belum bisa mengizinkannya bermain. Alhasil anak bermain dengan sendirinya. Bagaimana ya penjelasan medis anak yang bermain sendiri? Anak bermain sendiri boleh tidak ya? Simak artikel ini sampai selesai yaa. 

Bermain Sendiri Ternyata Memberikan Manfaat Bagi Anak 

Kemampuan anak main sendiri di usia 6 bulan hanya berdurasi sekitar 5 menit. Durasi ini meningkat menjadi 15 menit saat usia 12 bulan, dan mencapai 30 menit saat anak berusia 2 tahun. Durasi ini juga dipengaruhi oleh kepribadian anak. Anak yang cenderung tenang bisa bermain sendiri untuk waktu yang lama. Namun, anak yang memiliki kecerdasan kinestetik lebih tinggi akan lebih cepat bosan saat bermain sendiri. Siapa sangka, ternyata bermain sendiri memberikan manfaat bagi anak. Manfaat yang diperoleh antara lain: 

Dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak 

Anak akan menjadi lebih percaya diri karena Ia bebas memainkannya permainannya sendiri. 

Meningkatkan Konsentrasi Anak 

Karena anak bermain sendiri, fokus anak tidak akan terbagi. Anak akan lebih berkonsentrasi karena tidak ada distraksi dari lainnya.  

Membuat anak belajar untuk memecahkan masalahnya sendiri. 

Ketika anak bermain sendiri, Ia akan berusaha untuk menangani sendiri masalah yang akan dihadapi. Karena tidak ada teman bermain yang akan diajak diskusi. Tentu saja memecahkan masalah sendiri akan membuat anak belajar untuk berani mengambil keputusan. 

Membantu anak menumbuhkan imajinasi dan kreativitas sejak dini. 

Proses pemecahan masalah yang dilakukan anak juga melahirkan kreativitas anak. Anak akan memiliki referensi dari proses pemecahan masalahnya. Hal ini yang membuat anak menjadi kreatif. 

Memberi anak untuk memiliki Me time 

Dikutip dari Direction Of Psychology, Me time merupakan usaha menghabiskan waktu singkat untuk sendiri. Manfaat dari me time sendiri bagi anak adalah agar anak lebih mengerti dan mengenal dirinya sendiri. Mampu mengenali diri sendiri nantinya akan membantu anak untuk proses kedewasaanya. 

Anak tidak mendapatkan overstimulasi 

Overstimulasi adalah kondisi di mana anak terlalu sering mendapatkan stimulus secara fisik. Akibatnya anak akan kelelahan dan biasanya berakhir rewel. Dengan memberikan ruang kepada anak untuk bermain sendiri, anak akan terhindar dari overstimulasi 

Kondisi Seperti Apa Papa Mama Memperbolehkan Anak Bermain Sendiri? 

Papa mama perlu memperbolehkan anak bermain sendiri agar tumbuh kembang anak menjadi maksimal. Memang terdengar seperti mengkhawatirkan ketika memperbolehkan anak bermain sendiri. Namun, ketika orang tua sering melarang anak melakukan beberapa hal yang Ia senangi, anak akan menjadi stres bahkan depresi. 

Kondisi yang memungkinkan anak untuk bermain sendiri adalah mulai usia dua tahun. Selain itu Papa mama juga perlu membatasi waktu anak ketika bermain sendiri agar tidak berlebihan. Seperti yang dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. Waktu yang tepat bagi usia 2 tahun bermain sendiri adalah 30 menit. Papa mama bisa menyesuaikan sesuai dengan ketertarikan anak. Namun, jangan biarkan anak bermain sendiri sepanjang hari. Tetap batasi agar tidak berlebihan. 

Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Anak Bermain Sendiri 

Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, Papa mama perlu tahu apa saja yang perlu diperhatikan ketika anak bermain sendiri. 

Pastikan Anak Berada di tempat yang aman dan jauh dari benda berbahaya 

Salah satu contoh tempat bermain yang tidak aman adalah di ruangan yang terhubung dengan dapur atau dekat dengan barang-barang elektronik. Tentu saja hal tersebut sangat berbahaya bagi anak apabila anak tidak sengaja menyentuh barang atau benda berbahaya di tempat Ia bermain.  

Pastikan Papa Mama tetap mengawasi anak yang bermain sendiri 

Papa mama wajib ya untuk mengawasi anak yang bermain sendiri. Justru bermain sendiri, papa mama harus mengawasi jalannya bermain anak. Hal ini akan memudahkan anak ketika anak membutuhkan pertolongan atau dukungan dalam memecahkan masalah pada permainannya. 

Meski bermanfaat, Apabila anak bermain sendiri terlalu berlebihan di usia 3-5 tahun segera konsultasikan

Anak akan lebih sering bermain sendiri ketika memasuki usia 2 tahun. Namun, jika usia 3 hingga 5 tahun anak masih sering bermain sendiri dengan waktu yang cukup lama dan enggan berbaur dengan teman-temannya, coba papa mama konsultasikan hal tersebut ke ahlinya. Tentu saja hal itu bisa jadi terdapat masalah pada diri anak. Konsultasikan langsung ke ahlinya di Tania Kids Center. 

Itu tadi penjelasan medis tentang anak bermain sendiri. Jangan lupa untuk cek artikel terbaru kita tentang tumbuh dan kembang anak di Taniakidscenter.com. 

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Ketika Anak Dilabeli Nakal Di Sekolah

Ketika Anak Dilabeli Nakal Di...

Apa yang harus Papa Mama lakukan ketika anak dikenal nakal di sekolah? Simak artikel ini…
Tips Melerai Ketika Kakak dan Adik Bertengkar

Tips Melerai Ketika Kakak dan...

Tips Melerai Ketika Kakak Adik Bertengkar − Sibling rivalvy atau pertikaian antara kakak dan adik…
Apa Itu Autisme Virtual?

Apa Itu Autisme Virtual?

Apa Itu Autisme Virtual — Papa Mama tentu sudah tahu bahwa paparan screen time yang…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak