Perkembangan Bayi 9-12 Bulan 

memelihara kesehatan mental anak

Memasuki 3 bulan terakhir di masa growth spurt, bayi Anda mungkin sedang ‘nakal’ dan bikin kewalahan. Ini terjadi karena ketika menginjak usia 9-12 bulan, baik indra, emosi, hingga fisik bayi telah mengalami perkembangan yang hampir matang. Sehingga, tak heran jika bayi menjadi sangat aktif karena ketertarikannya pada lingkungan sekitar. 

Sebagai bekal bagi para orang tua yang bayinya telah menginjak usia 9 hingga 12 bulan, berikut Tania Kids Center terbitkan artikel mengenai perkembangan bayi usia 9-12 bulan. 

Table of Contents: 

Pola Tidur  

Asupan Nutrisi 

Perkembangan Bayi 9-12 Bulan 

Pola Tidur 

Waktu tidur yang diperlukan oleh bayi berusia 9 hingga 12 bulan setidaknya adalah 14 jam setiap hari. Untuk pola tidurnya sendiri, rata-rata bayi akan tidur selama 11 atau 12 jam penuh saat malam hari. Mungkin akan terbangun sebentar ketika ada gangguan yang mengusik tidurnya. Di siang hari, bayi akan tidur siang setelah makan selama 30 menit hingga 2 jam. 

Asupan Nutrisi 

Saat bayi telah berusia 9 sampai 12 bulan, beberapa gigi bayi telah mengalami pertumbuhan. Artinya, orang tua sudah bisa memberikan asupan makanan yang lebih variatif untuk kebutuhan nutrisi guna mengoptimalkan tumbuh kembang bayi di usia 9-12 bulan. 

Orang tua dapat memberikan makanan pendamping ASI dengan tekstur lembut agar mudah ditelan, tapi sedikit kasar untuk mengajarkan bayi mengunyah. Cobalah untuk membuat MPASI dari bahan makanan yang telah ditumbuk kasar atau dicincang. Seperti kentang tumbuk brokoli, tambahkan juga protein seperti parutan keju karena protein baik untuk perkembangan bayi 9-12 bulan. 

Perkembangan Bayi 9-12 Bulan 

Perkembangan bayi usia 9-12 bulan
source: freepik.com

Mendekati usia genap 1 tahun, bayi mengalami perkembangan mobilitas dan kemandirian yang begitu pesat. Meski tidak semua, beberapa bayi telah bisa berjalan dan berbicara dengan cukup lancar. Akan tetapi, jika bayi Anda belum mahir berbicara atau berjalan, tidak perlu risau.

Berikut adalah perkembangan bayi baik secara fisik, otak, maupun emosi di usia 9-12 bulan, yang perlu Anda perhatikan. 

Motorik Kasar

Beberapa bayi, namun tidak semua, memang berjalan lebih cepat daripada yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar bayi di usia 9-12 bulan telah mengalami perkembangan. Di mana otot kakinya menjadi lebih kuat.

Ketika menginjak usia 9 bulan, anak Anda setidaknya sudah bisa berdiri sendiri dari posisi duduk, begitu pula sebaliknya. Bayi usia 9-12 bulan biasanya dapat berdiri dengan kokoh sembari berpegangan pada sebuah benda. Kemudian, seiring bertambahnya usia, mereka akan mulai mencoba untuk melepas pegangan dan berdiri sendiri tanpa bantuan.

Motorik Halus

Selain perkembangan otot inti, bayi juga mengalami perkembangan motorik halus di usia 9 bulan hingga 12 bulan. Bentuk perkembangan motorik halus bayi di antaranya adalah kemampuan melakukan koordinasi gerakan tangan, menggunakan bantuan jari ketika makan, hingga bermain puzzle sederhana.

Berikut perkembangan motorik pada bayi usia 9-12 bulan:

  • Mampu meraih dan menggenggam sebuah benda seperti mainan, hanya menggunakan satu tangan.
  • Memindahkan mainan dari tangan kiri ke tangan kanan
  • Mulai menjelajahi objek baru dengan mencolek menggunakan satu jari.
  • Melakukan gerakan seperti menjepit menggunakan jempol dan jari telunjuk untuk mengambil objek kecil, mainan, dan makanan
  • Mampu menumpuk benda-benda dan menempatkan suatu benda.
  • Mulai mencoba untuk berdiri sendiri.
  • Mampu berdiri sendiri dan bersandar di lemari, dinding atau kursi. Kemudian, berjalan sambil berpegangan pada objek di sekitarnya secara perlahan.
  • Sudah memiliki keseimbangan saat duduk, bisa merubah posisi duduk tanpa terjatuh.
  • Merangkak menggunakan tangan dan lutut; mampu merangkak naik dan turun.
  • Berjalan dengan bantuan orang tua, menggenggam tangan orang tua saat berjalan.

Bahasa Bicara

Meski tidak begitu jelas dan sulit dipahami, ketika usianya hampir 1 tahun, bayi Anda akan mengerti beberapa patah kata. Mereka biasanya sudah mampu mengatakan “mama” atau “papa” dan memahami artinya. Selain itu, bayi juga gemar meniru dan mengingat suara atau istilah baru yang mereka dengar.

Jadi, alangkah baiknya jika orang tua kerap mengajak bayi usia 9-12 bulan untuk bercengkrama untuk membantu perkembangan kemampuan berbahasa mereka.

Berikut perkembangan bahasa bicara pada bayi usia 9-12 bulan:

  • Mulai sering mengoceh untuk memulai interaksi, biasanya bayi akan berteriak untuk mendapatkan perhatian, kemudian mendengarkan dan berteriak lagi.
  • Menggelengkan kepala sebagai tanda tidak dan mengangguk sebagai tanda iya.
  • Ketika namanya dipanggil, bayi akan langsung memberikan respon dengan mencari suara tersebut.
  • Berbicara dalam urutan kata per kata.
  • Mampu mengatakan “da-da” dan “ma-ma”.
  • Melambaikan tangan; bertepuk tangan ketika diminta.
  • Menirukan suara-suara yang sering didengarkan kepada bayi, seperti menirukan suara motor, batuk, dan lain-lain.
  • Menikmati ritme dan lagu; bernyanyi dan menari saat mendengarkan musik.

Sosio Emosional

Bayi 9 sampai 12 bulan sudah mengerti bahwa mereka dapat mengungkapkan perasaan menggunakan emosi. Mereka telah secara alami belajar menunjukkan apa yang disuka dan tidak suka. Misalnya, ketika bayi tidak menginginkan makanan tertentu, mereka akan menggunakan emosi untuk melakukan penolakan seperti menangis, atau marah.

Berikut perkembangan sosio emosional pada bayi usia 9-12 bulan:

  • Memperlihatkan sebuah rasa takut atau ketidakmauan ke arah orang asing; seperti bersembunyi di belakang orang tua
  • Bersosialisasi dan terlihat menikmati aktivitas sehari-hari di dekat keluarga.
  • Menikmati pengalaman yang luar biasa dan kesempatan untuk memahami hal-hal baru.
  • Menunjukkan keinginan untuk digendong dengan mengarahkan tangan ke atas, menangis atau menempel ke kaki orang tua.
  • Menawarkan mainan dan objek kepada orang lain.
  • Kerap kali akrab dengan mainan favorit atau selimut.
  • Mengulang kebiasaan untuk mendapatkan perhatian; biasanya mengoceh terus menerus.
  • Melakukan arahan dan permintaan sederhana; mengerti maksud dari kata ‘tidak’.
  • Menginginkan orang tua atau pengasuh berada dalam pengawasan yang konstan.
  • Mulai menolak permintaan pengasuh; biasanya menendang, berteriak atau merengek sambil berguling di lantai.

Kognitif

Indikator perkembangan kognitif bayi usia 9 hingga 12 bulan yang perlu diperhatikan orang tua di antaranya adalah mengingat mainan yang mereka miliki, mengenali warna dengan lebih baik, memahami cara kerja mainan mereka, dan menunjukkan rasa penasaran terhadap hal baru.

Berikut perkembangan kognitif bayi pada usia 9-12 tahun:

  • Melihat orang, objek, dan aktivitas di lingkungan sekitarnya.
  • Memiliki kesadaran pada objek yang jaraknya jauh dengan menunjuk objek tersebut.
  • Mampu mengikuti petunjuk atau arahan orang tua.
  • Memberikan respon saat mendengarkan suara.
  • Selalu memasukkan semua benda ke dalam mulut.
  • Mencoba menggapai objek yang terlihat akan tetapi tidak bisa dicapai.
  • Menjatuhkan satu barang ketika mencoba mengambil tiga barang.
  • Mengenali perubahan dalam sebuah objek, misalnya cangkir yang jatuh akan tetap menjadi cangkir.
  • Menjatuhkan mainan secara sengaja dan berulang; melihat ke arah benda jatuh.
  • Mencari mainan yang disembunyikan.

Itu dia perkembangan bayi usia 9-12 bulan. Perlu diingat bahwa fase perkembangan bayi satu tak sama dengan yang lainnya. Akan tetapi, apabila Anda merasa ada yang tidak beres dengan bayi Anda, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan.

Baca juga:

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi...

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui – Rasa empati pada…
4 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui

4 Cara Melatih Anak Tumbuh...

5 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui – Apakah PapaMama…
Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan PapaMama!

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan...

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orang Tua! – Terkadang sebagai orang tua, tentu PapaMama ingin…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak