Bagaimana Fase Perkembangan Otak Anak Usia 1 Tahun Pertama? – Kendati perkembangan otak anak telah berlangsung bahkan sejak anak masih berupa janin dalam kandungan. Namun, penting bagi orang tua untuk mengetahui bahwa pada tahun-tahun awal masa pertumbuhan anak di dunia, perkembangan otak sedang pesat-pesatnya.
Pada artikel ini, Tania Kids Center akan membahas tahapan perkembangan otak anak pada usia 1 tahun pertama.
Table of Contents:
Dilansir dari Paudpedia Kemendikbud, perkembangan sensori motori mulai terjadi ketika anak lahir hingga berusia 2 tahun.
Perkembangan sensori motori berarti, anak membangun pengetahuan dan kemampuan dasar berdasarkan apa yang sensor mereka tangkap melalui indra dan motorik dalam bentuk aktivitas.
Adapun tahapan perkembangan sensori motori sebenarnya dibagi menjadi 6; Tindakan Refleks Sederhana, Reaksi Sirkuler Primer, Reaksi Sirkuler Sekunder, Koordinasi Skema Sekunder, Reaksi Sirkuler Tersier, Kecerdasan Representasional.
akan tetapi, pada 1 tahun pertama, perkembangan otak anak hanya sampai di fase empat. Fase-fase tersebut antara lain:

Pada usia 1 bulan pertama, perkembangan otak anak berada pada fase tindakan refleks sederhana.
Bayi usia 1 bulan umumnya melakukan gerakan karena refleks. Tindakan refleks ini terjadi karena bayi belum mampu memilih hal-hal mana yang ingin mereka sentuh. Sehingga mereka akan secara refleks merespons ketika berinteraksi dengan benda.
Tahap perkembangan otak anak berupa tindakan refleks ini adalah cara bagaimana anak usia 1 bulan berinteraksi dengan dunia.
Pada tahap tindakan refleks perkembangan otak anak usia 1 tahun pertama, gerakan yang paling umum dilakukan bayi adalah menggenggam dan menghisap.
Anda tentu pernah mendapati ketika sebuah benda berada di tangan bayi, mereka akan secara refleks mengatupkan jari untuk menggenggam benda tersebut.
Begitu halnya ketika sesuatu dimasukkan ke dalam mulut bayi berusia 1 bulan, mereka akan secara spontan menghisap benda tersebut.
Tahap kedua dalam perkembangan otak anak di usia 1 tahun pertama adalah tahap reaksi sirkuler primer.
Jika pada tahap perkembangan sebelumnya bayi hanya mampu melakukan tindakan refleks berupa menggenggam atau menghisap apapun yang mereka dapatkan, di fase reaksi sirkuler primer bayi sudah mampu melakukan koordinasi sederhana.
Anak usia 1-4 bulan biasanya melakukan modifikasi tindakan refleks dengan reaksi baru. Misalnya, menggerakkan jari-jarinya sendiri untuk dihisap. Tindakan ini menunjukkan bahwa bayi mampu mengoordinasikan perilaku sendiri, jadi gerakannya tak lagi refleks atau spontanitas saja.

Seiring bertambahnya usia, otak anak akan terus mengalami perkembangan. Pada usia 4 hingga 8 bulan, perkembangan otak anak akan memasuki fase reaksi sirkuler sekunder.
Tahap ini biasanya ditandai dengan adanya tindakan berulang yang dilakukan anak dengan tujuan mendapatkan tanggapan yang sama dari sebuah objek. Misalnya, anak menggerakkan mainan yang diberikan kepadanya.
Anak cenderung secara berulang-ulang menggerakkan mainan dengan tujuan mendapatkan respons berupa bunyi atau gerakan tertentu dari mainan tersebut.
Di usia 1 tahun pertama, tepatnya 8-12 bulan, perkembangan otak anak akan memasuki fase koordinasi skema sekunder.
Pada tahap ini otak anak akan mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Perkembangan tersebut berupa perintah otak dan koordinasi gerakan. Anak akan mampu menggunakan cara-caranya sendiri agar keinginannya terpenuhi.
Selain itu, anak juga mulai bisa mengingat tindakan-tindakan yang pernah ia pelajari, kemudian mengulangnya kembali dan tindakan yang anak ulang biasanya jauh lebih terkoordinasi daripada sebelumnya.
Baca artikel lainnya, dari TKC.
Baca juga:
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18 Jakarta Barat 11470
Lihat Lokasi
Greenwich Business Park, Jln Bumi Botanika
No E/18, Tangerang, 15331
Lihat Lokasi
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()