Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia Dini

perkembangan emosi anak usia dini

Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia Dini – Sebagian besar orang tua ketika ditanya tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, akan memiliki jawaban seragam seputar pertumbuhan fisik atau kemampuan berbicara. Padahal, perkembangan emosi juga merupakan bagian krusial dari tumbuh kembang anak. 

Pada artikel ini, Tania Kids Center akan membahas perihal tahap perkembangan emosi anak terutama mereka yang berada dalam usia 5 tahun pertama. 

Table of Contents: 

Apa Itu Perkembangan Emosi Anak? 

Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia Dini 

  1. Usia 0-2 Tahun,
  1. Usia 2-3 Tahun, 
  1. dan Usia 3-5 Tahun 

Apa itu Perkembangan Emosi Anak?

Dibandingkan orang dewasa, perasaan emosi anak-anak memiliki pengaruh lebih besar dalam pertumbuhannya. Mengapa demikian? Hal ini lantaran anak-anak belum memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi. Untuk itu orang tua harus menyadari tahap perkembangan emosi anak.

perkembangan emosi anak usia dini
freepik.com

Dalam sebuah artikel, Children Therapy and Family Resource Centre mendeskripsikan perkembangan emosi anak sebagai tahap tumbuh kembang terkait kemampuan kelola emosi anak di usia dini. Akan tetapi, dalam makna lebih luas, perkembangan emosi anak juga meliputi bagaimana anak bereaksi terhadap sebuah masalah dan kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa perkembangan emosi merupakan aspek penting yang mempengaruhi proses pembentukan karakter anak. 

Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia Dini 

1. Usia 0-2 Tahun 

Tahap perkembangan emosi anak usia dini dimulai ketika anak baru lahir hingga berusia 2 tahun. Bayi umumnya menunjukkan emosi mereka melalui tangisan ketika merasa tidak nyaman atau menginginkan sesuatu. Tak jarang juga bayi berusia 3 hingga 4 minggu menunjukkan senyuman. Seiring berjalannya waktu, hingga anak berusia 2 tahun, mereka akan mampu menunjukkan emosi-emosi lain seperti marah, sedih, senang, dan takut. 

2. Usia 2-3 Tahun 

Ketika anak sudah menginjak usia 2-3 tahun, perkembangan emosi anak sudah memasuki tahap kedua di mana anak sudah mampu lebih banyak mengekspresikan dirinya. Pada usia ini, anak juga mulai mengeksplorasi dan penasaran dengan lingkungan di sekitar. Mereka akan tertarik untuk mencari tahu tentang aturan dan batasan-batasannya. 

Karena kemampuan berbicara anak usia 2-3 tahun belum begitu lancar, mereka seringkali meluapkan emosi melalui ekspresi wajah.

Baca juga: Penyebab Anak Tantrum

3. Usia 3-5 Tahun 

Tahap perkembangan anak usia dini selanjutnya adalah saat anak berusia 3-5 tahun. Orang tua kerap kebingungan mengatasi perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun. Pasalnya, pada usia tersebut anak sudah masuk ke fase Initiative Vs Guilt. Mereka mulai menunjukkan rasa inisiatif untuk melewati batasan dari sebuah aturan. Karenanya, kerap juga muncul perasaan bersalah sehingga ketika sesuatu tidak berjalan sebagaimana harapan, mereka akan lebih mudah merasa sedih dan marah. 

Di 0-5 tahun, perkembangan emosi anak dipengaruhi oleh dua hal; produksi kelenjar endokrin yang mempengaruhi kematangan emosi anak dan hal-hal yang anak pelajari dari lingkungan. Pada dasarnya, anak-anak cenderung memiliki metode belajar alami yang mempengaruhi perkembangan emosinya. Metode belajar tersebut antara lain: 

Mencoba 

Anak-anak di usia dini selalu suka mencoba hal-hal baru, begitu pula urusannya dengan perkembangan emosi. Mereka akan mencoba banyak perilaku untuk meluapkan emosinya, kemudian melihat perilaku mana yang memberikan kepuasan terbesar untuk dirinya. 

Meniru 

Selain mencoba, anak-anak juga selalu meniru apa yang mereka lihat. Bagaimana orang di lingkungan di sekitar, terlebih jika mereka memiliki pengaruh yang kuat seperti orang terdekat atau idola, melakukan hal tertentu untuk melampiaskan emosi adalah cermin bagi anak. Misalnya, seseorang yang kerap anak lihat gemar melempar barang saat marah, hal tersebut dapat anak tiru dan adaptasi. 

Melatih 

Cara belajar anak yang dapat mempengaruhi perkembangan emosi selanjutnya adalah melatih. Dalam metode ini, orang dewasa, terutama orang tua memegang peran untuk mengajarkan bagaimana anak harus bereaksi terkait masalah tertentu. Dengan bimbingan yang tepat dari orang tua, anak akan terlatih untuk memberikan reaksi yang tepat, dan mampu mengendalikan emosi. 

Itu dia tahap-tahap perkembangan emosi anak usia dini. Kendati perkembangan emosi anak berjalan secara natural, orang tua tetap harus mengetahui bahwa emosi anak juga dipengaruhi oleh lingkungan. Maka, penting bagi orang tua untuk berperan dalam memantau dan mengelola perkembangan emosi anak.

Baca juga:

Ingin bertanya lebih lanjut tentang artikel ini ?

Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami

Artikel Terbaru

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi...

Cara Mengajarkan Anak Untuk Menjadi Lebih Empati Yang Perlu PapaMama Ketahui – Rasa empati pada…
4 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui

4 Cara Melatih Anak Tumbuh...

5 Cara Melatih Anak Tumbuh Menjadi Percaya Diri Yang Perlu PapaMama Ketahui – Apakah PapaMama…
Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan PapaMama!

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan...

Alasan Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orang Tua! – Terkadang sebagai orang tua, tentu PapaMama ingin…
Hubungi Kami

Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470 

Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by Memarak