Fase Pertumbuhan Motorik Kasar Anak adalah tahap-tahap yang dilalui seorang anak sebagai bagian dari proses perkembangan secara biologis yang ireversible. Sebagai orang tua, Anda pasti menginginkan agar si Kecil tumbuh dengan sehat dan aktif sejak usia dini. Bagaimanapun, anak-anak pada usia dini belum memiliki imunitas seperti orang dewasa. Mengetahui fase pertumbuhan anak memberikan pemahaman mengenai bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Jika aspek pengetahuan dan perhatian dari orang tua diabaikan, ada kemungkinan terjadinya hal-hal yang kurang baik bagi kesehatan anak Anda sekarang maupun kelak.
Tahap perkembangan dan pertumbuhan dapat berbeda pada setiap anak, dan tentunya memerlukan perhatian yang lebih dari orang tua. Fase pertumbuhan anak dapat menjadi indikator pertumbuhan anak yang sehat dan optimal. Berikut adalah beberapa fase pertumbuhan anak berdasarkan kemampuan dan usianya yang penting untuk Anda perhatikan:

Sebagian orang memiliki anggapan bahwa proses tengkurap bayi merupakan hal yang tidak seberapa penting. Namun, kemampuan tengkurap termasuk dalam fase pertumbuhan anak yang cukup penting. Proses anak untuk dapat tengkurap merupakan fase pertumbuhan anak yang terjadi pada usia 3-4 bulan. Proses ini menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan otot leher bayi yang sudah cukup kuat untuk menopang beban kepalanya.
Selain itu, fase pertumbuhan anak ini juga menjadi indikator koordinasi otot leher dan lengan yang sudah baik, sehingga anak dapat mengangkat tubuh bagian atasnya. Mungkin anak Anda juga sudah kemampuan untuk tengkurap juga pada usia kurang lebih 4 bulan.
Namun, perlu diingat kembali bahwa fase pertumbuhan motorik kasar anak dapat berbeda satu dengan lainnya. Anda dapat melatih anak Anda untuk lebih cepat memiliki kemampuan tengkurap dengan menerapkan metode ‘tummy time’, dengan menempatkan anak pada posisi tengkurap selama beberapa menit. Selain itu, Anda dapat memberikan stimulus berupa mainan agar anak Anda berusaha berguling ke posisi tengkurap.

Saat memasuki usia 6 bulan, tulang leher dan punggung dari anak akan semakin kuat. Pada umumnya, anak mulai mengindikasikan keingininnya untuk berada dalam posisi duduk. Fase pertumbuhan anak di tahap ini dapat dirangsang dan dibantu oleh orang tua, atau dengan diberikan sandaran duduk yang nyaman dan aman untuk anak Anda.
Bagaimanapun, jika anak mulai aktif untuk mencapai posisi duduk, tetap awasi, ya. Fase pertumbuhan anak pada usia 6 bulan sampai 12 bulan ini ada baiknya jika disertai dengan pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) dengan membiasakan anak untuk duduk dan tanpa digendong agar pertumbuhannya semakin baik.

Salah satu fase pertumbuhan anak yang juga penting adalah ketika anak mulai belajar merangkak. Biasanya, anak akan mulai untuk mencoba merangkak pada usia 9 bulan sampai 12 bulan. Anak akan mulai berusaha untuk berpindah tempat untuk meraih hal-hal yang menarik perhatiannya. Pastikan Anda memperhatikan dan mengawasi saat anak Anda saat dia belajar merangkak, ya.
Selain kondisi penataan ruangan rumah, barang-barang yang dapat berbahaya bagi bayi juga perlu untuk dijauhkan dari jangkauannya. Tidak lupa, dukungan, perhatian, dan stimulasi dari orang tua juga akan berpengaruh kepada semangat anak.
Tidak jarang, pada usia 12 bulan, fase pertumbuhan anak akan mencapai tahap di mana ia berusaha untuk bangun/berdiri dengan sendirinya, dan mencoba untuk berjalan atau melangkahkan kaki. Namun, pada fase pertumbuhan ini, anak belum siap untuk dibiarkan jalan sendiri tanpa bantuan.

Fase pertumbuhan anak pada usia dini yang selanjutnya adalah tahap di mana anak belajar untuk berjalan. Pada usia sekitar 12 bulan, anak akan mulai belajar dengan bantuan dari orang tua. Ketika anak Anda mulai belajar berjalan, usahakan ia tidak mengenakan alas kaki. Hal ini bertujuan agar otot kaki anak semakin kuat dan bertumbuh dengan baik. Baiknya, orang tua membimbing anak untuk berjalan untuk jarak yang pendek terlebih dahulu.
Pada fase pertumbuhannya, anak akan siap untuk berjalan tanpa dibantu pada usia sekitar 18 bulan. Pada usia ini, anak akan semakin baik pula dalam kemampuan-kemampuan motorik yang dasar. Selain hal-hal di atas, orang tua juga wajib mengawasi dan memperhatikan nutrisi dalam fase pertumbuhan anak agar tumbuh dengan sehat dan seimbang.
Perkembangan seorang anak tidak terhenti hanya pada usia dini. Seorang anak akan melalui tahap selanjutnya seperti: Tahap Perkembangan Batita, Tahap Perkembangan Balita, Tahap Perkembangan Pra-Sekolah, Tahap Perkembangan Usia Sekolah, yang kemudian akan dilanjutkan oleh Tahap Perkembangan Remaja.
Untuk mempelajari info lebih lanjut mengenai permasalahan tentang anak, Anda dapat klik di sini.
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()