Di Zaman serba teknologi ini, berdampak bagi siapa saja. Tak terkecuali bagi anak usia dini. Anak usia dini zaman sekarang sudah mengetahui fungsi dari gadget. Maka dari itu orang tua perlu waspada akan hal tersebut.
Beberapa orang tua menerapkan screen time atas kasus ini. Namun, memberikan screen time berlebihan pada si kecil ternyata memiliki dampak yang cukup serius bagi tumbuh kembang anak.
Menurut ungkapan WHO, organisasi kesehatan dunia, anak dengan usia di bawah 2 tahun tidak anjurkan terpapar gadget lho PapaMama. Sementara itu, anak dengan usia 2-5 tahun disarankan untuk screen time yang tidak lebih dari 1 jam/hari.
Namun aturan ini berlaku untuk si kecil yang tidak memiliki keterlambatan tumbuh kembang ya PapaMama, jika si kecil memiliki keterlambatan maka zero screen time berlaku untuk semua usia. Dan lebih baik PapaMama fokus terhadap perkembangan anak.
Tapi pada kenyataannya, anak usia 2-3 tahun memiliki screen time yang melebihi batas wajarnya yaitu 3 sampai 4 jam dalam sehari.
Dampak dari Screen time atau waktu layar yang berlebihan pada anak yang pertama adalah dapat mengganggu perkembangan anak. Dampak ini akan memiliki risiko yang tinggi jika anak terus menerus melihat atau mengonsumsi konten yang tidak sesuai dengan usianya.
Blue light atau sinar biru yang dipancarkan oleh gadget dan sejenisnya dapat menyamakan sinar matahari. Oleh karena hal itu, dapat membuat jam tubuh anak tidak sinkron.
Bukan tanpa alasan, pasalnya paparan sinar biru mampu menekan hormon melatonin yang memengaruhi siklus tidur dan bangun pada tubuh.
Semakin rendahnya kadar melatonin dalam tubuh anak, maka semakin mengganggu pola tidurnya, terutama jika anak sering terpapar layar blue light di malam hari.
Dampak selanjutnya yaitu dapat memengaruhi perilaku anak. Anak-anak sangatlah sensitif terhadap pengaruh elektronik.
Baru-baru ini sebuah studi mengungkapkan bahwa anak-anak memiliki screen time lebih dari 30 menit cenderung akan memiliki masalah perilaku. Salah satunya reaksi stres yang dipicu oleh waktu melihat blue light berkaitan dengan perilaku agresif dan terganggu pada anak.

Anak yang diberi screen time atau gadget sejak usia di bawah dua tahun akan berpengaruh pada tumbuh dan kembangnya. Salah satu masalah tumbuh kembang yang umum terjadi adalah anak bisa terlambat bicara.
Ini sangat berbeda dengan generasi PapaMama, ketika PapaMama kecil biasanya bermain di outdoor yang lebih bermain fisik dari pada berdiam menatap layar ponsel.
Ketika anak diberi screen time dan jarang melakukan aktivitas seperti olahraga atau bermain di outdoor, maka dapat merusak pertumbuhan dan perkembangan tubuh si kecil lhoh PapaMama, termasuk postur tubuh dan penambahan berat badan berlebihan atau obesitas.
Pemberian batasan screen time pada anak juga sudah dipertimbangkan. Anak harus lebih banyak melakukan aktivitas fisik ketimbang menghabiskan waktu menatap gadget.
Nah itulah beberapa dampak dari screen time ya PapaMama, apalagi jika screen time yang berlebihan akan berdampak lebih buruk lagi, jadi PapaMama harus lebih waspada ya.
Jika terpaksa melakukan screen time, anjurannya adalah jika anak usianya diatas 2 tahun maka screen time tidak boleh lebih dari 1 jam. Jadi screen time dalam sehari semalam tidak boleh lebih dari 1 jam.
Baca juga : https://taniakidscenter.com/inilah-alasan-mengapa-orang-tua-memberi-screen-time-pada-anak/
Silahkan konsultasikan pertanyaan anda pada kami
Whatsapp / phone : 0811-181-1183
Email : taniakidsc@gmail.com
Alamat : Jl. Tanjung Duren Barat 1 No. 18
Jakarta Barat 11470
Copyright © 2022. Tania Kid’s Center | Klinik Tumbuh Kembang Anak | Web Designed by ![]()